Friday, November 9, 2012

Strategi promosi visit Lombok Sumbawa 2012 untuk mencapai 1 juta wisatawan (studi kasus pada BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB)


A.    Latar Belakang Masalah
Indonesia terdiri dari 33 provinsi, yang menyebar dari Sabang sampai Pulau Rote, merupakan sebuah negara yang subur dengan pemanfaatan sektor agraris sebagai sektor utama yang menopang kelangsungan hidup masyarakatnya[1]. Lahan yang subur dengan panorama yang asri membuat sektor pariwisata menjadi sektor pendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satunya di provinsi NTB, revitalisasi kepemimpinan Gubernur baru dengan pemerintahan baru membuat sebuah sistem baru yang diharapkan memberikan implikasi yang besar bagi masyarakat. Salah satu program andalan yang menjadi pemberitaan saat ini adalah program visit Lombok Sumbawa 2012 dengan target wisatawan sebanyak 1 juta.
Provinsi NTB dengan dua pulau terbesarnya Lombok dan  Sumbawa memiliki  kekayaan budaya yang sangat bervariasi, sehingga  sangat prospektif bagi pengembangan kepariwisataan. Karakteristik budaya  yang multietnik dengan tiga suku utamanya; Sasak (P.Lombok), Samawa  (bagian tengah P.Sumbawa) dan Mbojo (bagian timur P. Sumbawa), serta  diperkuat dengan budaya etnik Bali, Jawa, Melayu, Bugis, Timor, Banjar,  China, Arab, menjadikan NTB ibarat miniatur Indonesia dan mozaik budaya  nusantara[2].
NTB sister of Bali memiliki banyak tempat wisata diantarnya adalah kawasan pariwisata Suranadi dan sekitarnya (96 Ha), kawasan pariwisata Sire, Gili Air,  Senggigi dan sekitarnya (1.800 Ha), kawasan pariwisata Gili Gede dan sekitarnya (2.590 Ha), kawasan pariwisata Kuta, Seger, A'an  dan sekitarnya (2.590 Ha), kawasan pariwisata Selong Belanak dan sekitarnya (480 Ha), kawasan pariwisata Gunung Rinjani dan  sekitarnya (17.100 Ha), kawasan pariwisata Gili Indah dan sekitarnya (650 Ha), kawasan pariwisata Gili Sulat dan  sekitarnya (1.317 Ha), kawasan pariwisata Dusun Sade dan sekitarnya (315 Ha), kawasan pariwisata Pulau Moyo dan  sekitarnya (1.528 Ha), kawasan pariwisata Pantai Maluk dan sekitarnya (376 Ha), kawasan pariwisata Pantai Hu'u dan  sekitarnya (2.756 Ha), kawasan pariwisata Sape dan sekitarnya (203 Ha), kawasan pariwisata Teluk Bima dan  sekitarnya (201 Ha), kawasan  pariwisata Gunung Tambora dan sekitarnya (2.526 Ha)[3].
Variasi dan banyaknya pilihan pariwisata di NTB membuat adanya program Visit Lombok Sumbawa 2012  oleh Gubernur NTB sekarang ini. Program ini mencanangkan 1 juta wisatawan berkunjung kelombok tahun 2012. Program VLS 2012 merupakan bukti dari pertumbuhan pariwisata di NTB. Selain dari sektor pertanian, pariwisata juga merupakan salah satu sektor pendukung pertumbuhan ekonomi di NTB. Untuk itu pencanangan program pariwisata menjadi hal yang sangat penting diperhatikan demi terciptanya perekonomian masyarakat yang lebih baik.
Demi tercapainya tujuan di atas dibuatlah sebuah upaya untuk mendukung promosi yang dilakukan, salah satunya dengan membuat program-program pendukung keberbagai media atau dengan berbagai cara untuk memperkenalkan program atau rencana yang dibuat. Promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dan pemasaran[4]. Promosi dipilih menjadi bagian dari strategi pemasaran dari sebuah kegiatan yang dilkukan untuk meningkatkan pemasukan disektor pariwisata dan tercapainya tujuan yakni 1 juta wisatawan.
NTB menyongsong 2012 dengan pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Dipindahkannya Bandara Selaparang ke Bandara Internasional Lombok merupakan langkah awal di mulainya VLS 2012[5]. Perbaikan infrastruktur, termasuk jalan dan penataan tata kota juga dilakukan demi tercipatanya iklim yang baru untuk memanjakan mata para wisatawan domestik dan manca negara yang berkunjung.
Kesiapan promosi dan perkenalan program VLS 2012 belum bisa dikatakan matang untuk menggenggam 1 juta wisatawan dalam 1 tahun. Banyak hal yang harus diperbaiki dan di renovasi, selain dari sisi pemerintah kesiapan masayarakat menerima tamu baru di daerah mereka pun kemudian menjadi penting untuk di terapkan. Bagaimana menyambut tamu dengan baik, dan memperkenalkan diri menjadi tuan rumah yang bisa membuat tamu terkesan seharusnya menjadi poin penting yang juga diperhatikan pemerintah dalam menata VLS 2012. Manner, sikap, attitude, dan kesiapan msayarakat dalam penguasaan bahasa ketika berkomunikasi dengan turis manca negara. Persiapan-persiapan kecil ini tidak banyak diperhatikan oleh pemerintah daerah NTB. karena yang menjadi target poin pemerintah adalah wacana 1 juta wisatawan, kemudian terpaku dengan kata 1 juta wisatawan dan mengabaikan peran penting msayarakat itu sendiri.
Strategi bagi sebuah intitusi lembaga pemerintahan atau perusahan merupakan cara untuk mencapai tujuan sebuah program yang dibuat. David, p.15, 2004 mendefinisakan strategi sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang[6]. Sedangkan Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan, Tjiptono[7] (2001:219).
 Strategi promosi demi terwujudnya 1 juta wisatawan pun digenjarakan dalam berbagai sektor, salah satunya adalah dengan melakukan gathering kepada korporasi nasional dan multinasional Indonesia[8] kegiatan ini terus dilakukan dan merupakan rangkaian dari strategi dan pemasaran pariwisata Lombok-Sumbawa yang meliputi para komunitas expatriate di Jakarta, baik dari komunitas, asosiasi dan klub-klub sosial dan para professional serta industri wisata yang ada di Jakarta. Selain itu Komunitas korporasi juga dilakuakn khususnya para sekretaris, procuremen manager, travel section officer dan lainnya adalah mitra kerja strategis BPPD NTB dan diharapkan mitra-mitra strategis ini dapat menjadi duta pariwisata bagi Lombok-Sumbawa dan destinasi kepada British Woman Association, Indonesia-Canada Chamber of Commerce, Kadin dari negara-negara Eropa (Ekonid), Britcham, Eurocham, Mothers Club-Japanese Woman Association, American Chamber, Indonesia-Australia Business Council, ASEAN Woman Circle, Australia-New Zealand Woman Association dan Kedutaan-kedutaan di Jakarta[9]. Merupakan staregi untuk menggaet 1 juta wisatawan tahun 2012. Gencarnya di lakukan strategi promosi per janwari 2012 merupakan cara berkomunikasi pemerintah daerah untuk mewujudkan sektor pariwisata NTB agar lebih terliah bergeliat lagi demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan perataan ekonomi masyrakat NTB.
Bagaimana strategi promosi pemerintah daerah Khususnya BPPD NTB mempengaruhi jumlah wisatawan domesitk dan mancanegara pada tahun 2012 akan menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini.

B.     Rumusan Masalah
Bagaimana strategi promosi VSL (visit Lombok Sumbawa) 2012 yang dilakuakan oleh BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB untuk mencapai 1 juta wisatawan di tahun 2012 ?

C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
a.       Tujuan Umum Penelitian
Mengetahui secara rinci strategi promosi yang dilakukan BPPD NTB dalam meningkatkan jumlah wisatawan di NTB.
b.      Tujuan Khusus Penelitian
Membantu menganalisis Strategi promosi yang dilakukan BPPD dalam meningkatkan jumlah wisatawan di NTB, 1 juta wisatawan pada tahun 2012.
2.      Manfaat penelitian
a.       Secara Praktis
Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan diskusi dalam mempelajari lebih jauh tentang strategi promosi pada pemerintah daerah untuk meningkatkan sektor pariwisata di Indonesia, serta menjadi semangat rekan-rekan mahasiswa dalam mengmbangkan kajian studi kasus pada pemerintah daerah mengenai strategi promosi.
b.      Secara teoritis
Hasil dari penelitian ini diharapkan akan dapat menambah khasanah kajian keilmuan dibidang komunikasi, terutama kajian tentang strategi promosi dalam institusi pemerintahan.


D.    Kerangka Pemikiran

Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa teori dan konsep yang mendukung sebagai landasan dalam menganalisa startegi promosi BPPD dalam program visit Lombok Sumbawa 2012. Berikut ini beberapa kerangka pemikir yang di gunakan.
1.      Strategi promosi dan pemasaran untuk meningkatkan penjualan
a.       Pengertian stategi, fungsi dampak terhadap perubahan pola pikir masyarakat yang mendapatkan terpaan media.
b.      Pengertian promosi, pola dan konsep promosi dalam meningkatkan penjualan sektor peindustrian atau non industri (instansi-instansi pemerintahan)
c.       Pengertian pemasaran, karakteristik pasar, jenis media yang digunakan
2.      Efek terpaan komunikasi
1.      Pengertian efek komunikasi
3.      Masyarakat
a.       Pengertian masyarakat

Adapun kerangka pemikir di atas dijabarkan dalam uraian dibawah ini adalah sebagai berikut:
1.      Strategi promosi dan pemasaran untuk meningkatkan penjualan
1.      Strategi
David, p.15, 2004 mendefinisakan strategi sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Jadi Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai[10]. Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
2.      Promosi
Sedangkan Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan, Tjiptono[11]. Salah satu tujuan penting dari promosi adalah promosi tersebut harus dapat menyampaikan pasan pada sejumlah calon pembeli yang dituju atau yang ditargetkan, dengan demikian perusahaan harus memilih mana yang dapat dicapai ke pembeli yang dituju tersebut[12].
3.      Pemasaran
Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain[13]. Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing[14].
2.      Efek terpaan komunikasi
1.      Efek komunikasi massa
Efek kehadiran media massa adalah suatu efek yang berasal dari perlakuan media massa kepada kita. ada tiga pendekatan dalam media massa, yakni efek media massa, perubahan pada diri  khalayak komunikasi massa dan tinjauan suatu penelitian efek komunikasi massa, namun dalam efek media terhadap individu ini penulis hanya membahas 5 efek kehadiran masa secara fisik :efek ekonomi, sosial, penjadwalan sehari-hari, hilangnya perasaan tertentu, tumbuhnya perasaan tertentu[15].

3.      Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur[16].
E.     Kerangka Konsep.
Adapun kerangka konsep penelitian dijabarkan sebagai berikut



F.     Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis study kasus yang menggunakan paradigma postpositivistik. Jenis penelitian studi kasus ini lebih menekankan pada kasus sebagai obyek yang holistik sebagai fokus penelitian, seperti yang sering dijelaskan oleh Stake (2005) dan Creswell (2007).
Pada penelitian yang berjudul “Strategi promosi visit Lombok Sumbawa 2012 untuk mencapai 1 juta wisatawan (studi kasus pada BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB)” Peneliti mengindikasikan bahwa penelitian ini masuk keranah instrinsic case study di mana penelitian yang dilakukan pada suatu kasus yang memiliki kekhasan dan keunikan yang tinggi. Fokus penelitian ini adalah pada kasus itu sendiri, baik sebagai lokasi, program, kejadian atau kegiatan. Penelitian studi kasus mendalam ini mirip dengan penelitian naratif, tetapi memiliki prosedur kajian yang lebih terperinci kepada kasus dan kaitannya dengan lingkungan disekitarnya secara terintegrasi dan apa adanya. Lebih khusus lagi, penelitian studi kasus mendalam merupakan penelitian yang sangat terikat pada konteksnya, atau dengan kata lain sangat terikat pada lokusnya (site-case) Robert E. Stake 2005.
Untuk lebih memahami studi kasus peneliti menjabarkan secara terperinci apa yang di katakan Stake sebagai studi kasus mendalam kaitannya dengan judul dari penelitian. Di mana adanya keterpaduan antara kasus dengan lokasi penelitian. sementara untuk intrumental tunggalnya yang berjudul Strategi promosi visit Lombok Sumbawa 2012 untuk mencapai 1 juta wisatawan. Jamaknya adalalah promosi visit Lombok Sumbawa 2012, Studi kasusnya di BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB. Menunjukkan adanya penggunaan istilah ‘studi kasus’. Penggunaan istilah tersebut secara khusus untuk menunjukkan bahwa kasus yang dipergunakan bersifat sebagai sarana (instrumen) pembukti atas konsep atau teori peneliti. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini:

Sesuai dengan pendapatnya, yaitu bahwa proses penelitian studi kasus adalah penelitian yang terfokus pada kasus yang diteliti, Stake (2005) menekankan pada pentingnya kasus pada setiap tahapan proses penelitian studi kasus. Berdasarkan pendapatnya tersebut, Stake (2005, 2006) menjelaskan proses penelitian studi kasus adalah sebagai berikut:
1.      Menentukan dengan membatasi kasus.
2.      Memilih fenomena, tema atau isu penelitian.
3.      Memilih bentuk-bentuk data yang akan dicari dan dikumpulkan
4.      Melakukan kajian triangulasi 
5.      Menentukan interpretasi-interpretasi alternatif untuk diteliti
6.      Membangun dan menentukan hal-hal penting dan melakukan generalisasi dari hasil-hasil penelitian terhadap kasus
















1 comment: