A. Latar Belakang Masalah
Indonesia
terdiri dari 33 provinsi, yang menyebar dari Sabang sampai Pulau Rote, merupakan
sebuah negara yang subur dengan pemanfaatan sektor agraris sebagai sektor utama
yang menopang kelangsungan hidup masyarakatnya[1].
Lahan yang subur dengan panorama yang asri membuat sektor pariwisata menjadi
sektor pendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satunya di provinsi
NTB, revitalisasi kepemimpinan Gubernur baru dengan pemerintahan baru membuat
sebuah sistem baru yang diharapkan memberikan implikasi yang besar bagi
masyarakat. Salah satu program andalan yang menjadi pemberitaan saat ini adalah
program visit Lombok Sumbawa 2012
dengan target wisatawan sebanyak 1 juta.
Provinsi
NTB dengan dua pulau terbesarnya Lombok dan
Sumbawa memiliki kekayaan budaya yang sangat bervariasi,
sehingga sangat prospektif bagi
pengembangan kepariwisataan. Karakteristik budaya yang multietnik dengan tiga suku utamanya;
Sasak (P.Lombok), Samawa (bagian tengah
P.Sumbawa) dan Mbojo (bagian timur P. Sumbawa), serta diperkuat dengan budaya etnik Bali, Jawa,
Melayu, Bugis, Timor, Banjar, China,
Arab, menjadikan NTB ibarat miniatur Indonesia dan mozaik budaya nusantara[2].
NTB
sister of Bali memiliki banyak tempat
wisata diantarnya adalah kawasan pariwisata Suranadi dan sekitarnya (96
Ha), kawasan pariwisata Sire, Gili Air,
Senggigi dan sekitarnya (1.800 Ha), kawasan pariwisata Gili Gede dan
sekitarnya (2.590 Ha), kawasan pariwisata Kuta, Seger, A'an dan sekitarnya (2.590 Ha), kawasan pariwisata
Selong Belanak dan sekitarnya (480 Ha), kawasan pariwisata Gunung Rinjani
dan sekitarnya (17.100 Ha), kawasan pariwisata
Gili Indah dan sekitarnya (650 Ha), kawasan pariwisata Gili Sulat dan sekitarnya (1.317 Ha), kawasan pariwisata Dusun
Sade dan sekitarnya (315 Ha), kawasan pariwisata Pulau Moyo dan sekitarnya (1.528 Ha), kawasan pariwisata
Pantai Maluk dan sekitarnya (376 Ha), kawasan pariwisata Pantai Hu'u dan sekitarnya (2.756 Ha), kawasan pariwisata
Sape dan sekitarnya (203 Ha), kawasan pariwisata Teluk Bima dan sekitarnya (201 Ha), kawasan pariwisata Gunung Tambora dan sekitarnya
(2.526 Ha)[3].
Variasi
dan banyaknya pilihan pariwisata di NTB membuat adanya program Visit Lombok
Sumbawa 2012 oleh Gubernur NTB sekarang
ini. Program ini mencanangkan 1 juta wisatawan berkunjung kelombok tahun 2012. Program
VLS 2012 merupakan bukti dari pertumbuhan pariwisata di NTB. Selain dari sektor
pertanian, pariwisata juga merupakan salah satu sektor pendukung pertumbuhan
ekonomi di NTB. Untuk itu pencanangan program pariwisata menjadi hal yang
sangat penting diperhatikan demi terciptanya perekonomian masyarakat yang lebih
baik.
Demi
tercapainya tujuan di atas dibuatlah sebuah upaya untuk mendukung promosi yang
dilakukan, salah satunya dengan membuat program-program pendukung keberbagai
media atau dengan berbagai cara untuk memperkenalkan program atau rencana yang
dibuat. Promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang
dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang
menciptakan pertukaran dan pemasaran[4].
Promosi dipilih menjadi bagian dari strategi pemasaran dari sebuah kegiatan
yang dilkukan untuk meningkatkan pemasukan disektor pariwisata dan tercapainya
tujuan yakni 1 juta wisatawan.
NTB
menyongsong 2012 dengan pembangunan infrastruktur yang lebih baik.
Dipindahkannya Bandara Selaparang ke Bandara Internasional Lombok merupakan
langkah awal di mulainya VLS 2012[5].
Perbaikan infrastruktur, termasuk jalan dan penataan tata kota juga dilakukan
demi tercipatanya iklim yang baru untuk memanjakan mata para wisatawan domestik
dan manca negara yang berkunjung.
Kesiapan
promosi dan perkenalan program VLS 2012 belum bisa dikatakan matang untuk
menggenggam 1 juta wisatawan dalam 1 tahun. Banyak hal yang harus diperbaiki
dan di renovasi, selain dari sisi pemerintah kesiapan masayarakat menerima tamu
baru di daerah mereka pun kemudian menjadi penting untuk di terapkan. Bagaimana
menyambut tamu dengan baik, dan memperkenalkan diri menjadi tuan rumah yang
bisa membuat tamu terkesan seharusnya menjadi poin penting yang juga
diperhatikan pemerintah dalam menata VLS 2012. Manner, sikap, attitude,
dan kesiapan msayarakat dalam penguasaan bahasa ketika berkomunikasi dengan
turis manca negara. Persiapan-persiapan kecil ini tidak banyak diperhatikan
oleh pemerintah daerah NTB. karena yang menjadi target poin pemerintah adalah
wacana 1 juta wisatawan, kemudian terpaku dengan kata 1 juta wisatawan dan
mengabaikan peran penting msayarakat itu sendiri.
Strategi
bagi sebuah intitusi lembaga pemerintahan atau perusahan merupakan cara untuk
mencapai tujuan sebuah program yang dibuat. David, p.15, 2004 mendefinisakan strategi sebagai sebuah cara
untuk mencapai tujuan jangka panjang[6].
Sedangkan Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya
aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk,
dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang
bersangkutan, Tjiptono[7]
(2001:219).
Strategi promosi demi terwujudnya 1 juta
wisatawan pun digenjarakan dalam berbagai sektor, salah satunya adalah dengan
melakukan gathering kepada korporasi nasional dan
multinasional Indonesia[8]
kegiatan ini terus dilakukan dan merupakan rangkaian dari strategi dan
pemasaran pariwisata Lombok-Sumbawa yang meliputi para komunitas expatriate di
Jakarta, baik dari komunitas, asosiasi dan klub-klub sosial dan para
professional serta industri wisata yang ada di Jakarta. Selain itu Komunitas
korporasi juga dilakuakn khususnya para sekretaris, procuremen manager, travel
section officer dan lainnya adalah mitra kerja strategis BPPD NTB dan
diharapkan mitra-mitra strategis ini dapat menjadi duta pariwisata bagi
Lombok-Sumbawa dan destinasi kepada British Woman Association, Indonesia-Canada
Chamber of Commerce, Kadin dari negara-negara Eropa (Ekonid), Britcham,
Eurocham, Mothers Club-Japanese Woman Association, American Chamber,
Indonesia-Australia Business Council, ASEAN Woman Circle, Australia-New Zealand
Woman Association dan Kedutaan-kedutaan di Jakarta[9].
Merupakan staregi untuk menggaet 1 juta wisatawan tahun 2012. Gencarnya di
lakukan strategi promosi per janwari 2012 merupakan cara berkomunikasi
pemerintah daerah untuk mewujudkan sektor pariwisata NTB agar lebih terliah
bergeliat lagi demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan perataan ekonomi
masyrakat NTB.
Bagaimana strategi promosi pemerintah daerah
Khususnya BPPD NTB mempengaruhi jumlah wisatawan domesitk dan mancanegara pada
tahun 2012 akan menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana
strategi promosi VSL (visit Lombok
Sumbawa) 2012 yang dilakuakan oleh BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB untuk
mencapai 1 juta wisatawan di tahun 2012 ?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.
Tujuan Penelitian
a.
Tujuan Umum Penelitian
Mengetahui secara rinci
strategi promosi yang dilakukan BPPD NTB dalam meningkatkan jumlah wisatawan di
NTB.
b.
Tujuan Khusus Penelitian
Membantu menganalisis
Strategi promosi yang dilakukan BPPD dalam meningkatkan jumlah wisatawan di
NTB, 1 juta wisatawan pada tahun 2012.
2.
Manfaat penelitian
a.
Secara Praktis
Penelitian ini juga
diharapkan dapat menjadi bahan diskusi dalam mempelajari lebih jauh tentang
strategi promosi pada pemerintah daerah untuk meningkatkan sektor pariwisata di
Indonesia, serta menjadi semangat rekan-rekan mahasiswa dalam mengmbangkan kajian
studi kasus pada pemerintah daerah mengenai strategi promosi.
b.
Secara teoritis
Hasil dari penelitian
ini diharapkan akan dapat menambah khasanah kajian keilmuan dibidang
komunikasi, terutama kajian tentang strategi promosi dalam institusi
pemerintahan.
D. Kerangka Pemikiran
Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa teori
dan konsep yang mendukung sebagai landasan dalam menganalisa startegi promosi
BPPD dalam program visit Lombok
Sumbawa 2012. Berikut ini beberapa kerangka pemikir yang di gunakan.
1.
Strategi promosi dan pemasaran untuk
meningkatkan penjualan
a.
Pengertian stategi, fungsi dampak
terhadap perubahan pola pikir masyarakat yang mendapatkan terpaan media.
b.
Pengertian promosi, pola dan konsep
promosi dalam meningkatkan penjualan sektor peindustrian atau non industri
(instansi-instansi pemerintahan)
c.
Pengertian pemasaran, karakteristik
pasar, jenis media yang digunakan
2.
Efek terpaan komunikasi
1.
Pengertian efek komunikasi
3.
Masyarakat
a.
Pengertian masyarakat
Adapun
kerangka pemikir di atas dijabarkan dalam uraian dibawah ini adalah sebagai
berikut:
1.
Strategi promosi dan pemasaran untuk
meningkatkan penjualan
1.
Strategi
David, p.15, 2004 mendefinisakan strategi sebagai sebuah cara
untuk mencapai tujuan jangka panjang. Jadi Strategi adalah proses penentuan
rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang
organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan
tersebut dapat dicapai[10].
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang
dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis
dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan
tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
2.
Promosi
Sedangkan Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi
pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi,
mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya
agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang
bersangkutan, Tjiptono[11].
Salah satu tujuan penting dari promosi adalah promosi tersebut harus dapat
menyampaikan pasan pada sejumlah calon pembeli yang dituju atau yang
ditargetkan, dengan demikian perusahaan harus memilih mana yang dapat dicapai
ke pembeli yang dituju tersebut[12].
3.
Pemasaran
Philip Kotler
(Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Menurut Philip Kotler
dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang
membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan
lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain[13].
Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi
terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan
kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para
pesaing[14].
2.
Efek terpaan komunikasi
1.
Efek komunikasi massa
Efek kehadiran media
massa adalah suatu efek yang berasal dari perlakuan media massa kepada kita.
ada tiga pendekatan dalam media massa, yakni efek media massa, perubahan pada
diri khalayak komunikasi massa dan tinjauan suatu penelitian efek
komunikasi massa, namun dalam efek media terhadap individu ini penulis hanya
membahas 5 efek kehadiran masa secara fisik :efek ekonomi, sosial, penjadwalan
sehari-hari, hilangnya perasaan tertentu, tumbuhnya perasaan tertentu[15].
3.
Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian
besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok
tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa
Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat
adalah sebuah komunitas yang
interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat
digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu
komunitas yang teratur[16].
E.
Kerangka Konsep.
Adapun
kerangka konsep penelitian dijabarkan sebagai berikut
F. Metode Penelitian
Penelitian ini termasuk jenis study
kasus yang
menggunakan paradigma postpositivistik. Jenis penelitian studi kasus ini lebih
menekankan pada kasus sebagai obyek yang holistik sebagai fokus penelitian,
seperti yang sering dijelaskan oleh Stake (2005) dan Creswell (2007).
Pada penelitian yang berjudul “Strategi
promosi visit Lombok Sumbawa 2012
untuk mencapai 1 juta wisatawan (studi kasus pada BPPD Badan Promosi Pariwisata
Daerah NTB)” Peneliti mengindikasikan bahwa penelitian ini masuk keranah instrinsic case study di mana penelitian
yang dilakukan pada suatu kasus yang memiliki kekhasan dan keunikan yang
tinggi. Fokus penelitian ini adalah pada kasus itu sendiri, baik sebagai
lokasi, program, kejadian atau kegiatan. Penelitian studi kasus mendalam ini mirip
dengan penelitian naratif, tetapi memiliki prosedur kajian yang lebih
terperinci kepada kasus dan kaitannya dengan lingkungan disekitarnya secara
terintegrasi dan apa adanya. Lebih khusus lagi, penelitian studi kasus mendalam
merupakan penelitian yang sangat terikat pada konteksnya, atau dengan kata lain
sangat terikat pada lokusnya (site-case) Robert E. Stake 2005.
Untuk lebih memahami studi kasus
peneliti menjabarkan secara terperinci apa yang di katakan Stake sebagai studi
kasus mendalam kaitannya dengan judul dari penelitian. Di mana adanya keterpaduan
antara kasus dengan lokasi penelitian. sementara untuk intrumental tunggalnya yang
berjudul Strategi promosi visit
Lombok Sumbawa 2012 untuk mencapai 1 juta wisatawan. Jamaknya adalalah promosi visit Lombok Sumbawa 2012, Studi
kasusnya di BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB. Menunjukkan adanya
penggunaan istilah ‘studi kasus’. Penggunaan istilah tersebut secara khusus
untuk menunjukkan bahwa kasus yang dipergunakan bersifat sebagai sarana
(instrumen) pembukti atas konsep atau teori peneliti. Untuk lebih jelasnya,
perhatikan gambar berikut ini:
Sesuai dengan pendapatnya, yaitu bahwa
proses penelitian studi kasus adalah penelitian yang terfokus pada kasus yang
diteliti, Stake (2005) menekankan pada pentingnya kasus pada setiap tahapan
proses penelitian studi kasus. Berdasarkan pendapatnya tersebut, Stake (2005,
2006) menjelaskan proses penelitian studi kasus adalah sebagai berikut:
1.
Menentukan dengan membatasi kasus.
2.
Memilih fenomena, tema atau isu
penelitian.
3.
Memilih bentuk-bentuk data yang akan
dicari dan dikumpulkan
4.
Melakukan kajian triangulasi
5.
Menentukan interpretasi-interpretasi
alternatif untuk diteliti
6.
Membangun dan menentukan hal-hal penting
dan melakukan generalisasi dari hasil-hasil penelitian terhadap kasus
that's good..makasi mb dian sispayanii :)
ReplyDelete