Friday, November 9, 2012

Responden dalam penelitian survey full


Responden dalam penelitian survey
Survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data pokok  (Sofian Efendi, Tukiran : 2012). Dalam survey, informasi atau data dikumpulkan dari responden melalui kuisioner. Sedangkan responden adalah orang yang memberikan data untuk dianalisis dengan cara menjawab kuisioner (Morissan MA : 2012). Menurut KBBI responden artinya /res·pon·den/ /réspondén/ n penjawab (atas pertanyaan yg diajukan untuk kepentingan penelitian): ia siap menjadi – penelitian.
Jadi responden itu adalah orang yang menjadi subyek penelitian, tanpa adanya responden tidak akan ada hasil dari penelitian. instrumen responden merupakan instrumen yang penting menentukan hasil penelitian. Responden ini sendiri di ambil berdasarkan kebutuhan penelitian, seberapa banyaknya resonden mencangkup jenis penelitian yang di lakukan, jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, alamat tempat tinggal, tinggi badan, berat badan, pertanyaan seperti ini ada tergantung kebutuhan peneliti meneliti bagian yang mana untuk mengumpulkan data dari reponden. Oleh karenanya, kesalahan dalam menentukan responden atau kesalahan dalam menggali informasi yang diberikan oleh responden dapat menyebabkan rendahnya tingkat validitas data yang didapatkan serta hasil analisis atau penarikan kesimpulan atas suatu penelitian.
Untuk menghindari hal tersebut diatas, maka menjadi penting bagi peneliti untuk memahami terlebih dahulu permasalahan atau topik yang akan dijadikan objek penelitian, kelemahan dan kelebihan teknik pengumpulan data yang akan diambil, serta memahami responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian tersebut. Dalam paper kali ini, kami membatasi hanya pada aspek responden dalam penelitian survey saja.
Dalam penelitan survey peneliti harus memahami topik dan tujuan penelitian. Hal ini menjadi penting karena dengan mengetahui tujuan penelitian maka akan memudahkan peneliti dalam menentukan atau memilih responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian. Dalam penelitian survey dengan menggunakan teknik kuisioner, pertanyaan yang diajukan bersifat statis dan terstandar, artinya responden yang menjadi sampel penelitian menerima pertanyaan yang sama, hal ini tentu menjadi salah satu kelemahan karena tidak semua responden memiliki tingkat pemahaman dan keberpihakan yang sama. Oleh karenanya menggali informasi/memahami responden menjadi hal yang sangat menentukan dalam penelitian survey.
Pemahaman tentang responden menjadi penting karena responden sebagai subjek data penelitian memiliki motivasi, tingkat kejujuran, pengetahuan dan kemampuan untuk menjawab kuisioner yang berbeda beda. Dalam memberikan jawaban seorang responden bisa saja memiliki motivasi untuk tidak memberikan jawaban yang benar baik sengaja atau tidak disengaja, responden juga mungkin memiliki motivasi untuk memberikan jawaban yang merepresentasikan diri mereka tetapi lebih kepada apa yang dianggap oleh umum sebuah kebenaran, selain itu responden bias juga tidak memberikan jawaban dengan jujur karena dalam penelitian survey tidak ada yang dianggap sebagai sebuah kebenaran sejati. Kelemahan-kelemahan yang berasal dari responden inilah yang kemudian harus bias dieliminer oleh peneliti. Lalu bagaimanakan caranya?
Kembali lagi kepada memahami responden secara umum dan tujuan penelitian. Peneliti harus menentukan siapa dan apa yang akan diteliti. Setiap individu memiliki tipe atau karakteristik yang berlainan, tetapi dalam penelitian, peneliti harus memberlakukan penelitiannya untuk tipe tertentu saja, misalnya apakah dia anak-anak atau orang dewasa, laki-laki atau perempuan, pelajar atau mahasiswa, ibu rumah tangga atau pekerja, bagaimana kondisi status sosialnya, berapa umurnya dsb. Karakteristik  ini untuk meminimalisir kesalahan dalam menetukan responden yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadapa validitas analisis data atau penarikan kesimpulan penelitian (Morissan : 2012).
Selain itu, pemilihan responden yang sesuai dengan metode pengumpulan data yang kita gunakan pun menjadi hal yang penting. Roger D. Wimmer dan Joseph R. Dominick dalam buku Mass Media Research an Introducing membagi proses pengumpulan data sebagai berikut :
1.      Mail survey
Pada bagian ini, responden yang telah dipilih oleh peneliti akan mendapatkan kiriman email berupa kuesioner yang harus diisi. Pada email berupa kuesioner yang dikirimkan, setiap responden akan melihat sebuah catatan penting yang menyatakan bahwa , setiap responden harus mengisi dengan lengkap kuesioner tersebut setelah itu baru dapat mengembalikan kuesioner tersebut.
2.      Telephone Surveys
Pada survey ini, responden yang telah ditentukan sebelumnya oleh penliti akan mendapatkan telepon dari peneliti untuk menanyakan mengenai koesioner yang dibuat. Responden akan langsung menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh peneliti melalui telepon tersebut.
3.      Personal interview
Pada bagian pengumpulan data ini, responden akan ditemui langsung oleh peneliti dan akan bantu dengan wawancara langsung untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan.  Pada metode pengumpulan data ini pun telah dikenal proses pengumpulan data dengan menggunakan komputer, dimana responden akan langsung mengisi kuesioner melalui komputer atau laptop yang telah disediakan oleh peneliti atau yang dikenal dengan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI)


4.      Mall intercept/mall interview
Pada metode ini, responden yang akan ditemui adalah mereka yang berada di pusat-pusat perbelanjaan, artinya responden dalam posisi ini adalah mereka yang belum mengetahui langsung mengenai adanya proses pengambilan data penelitian. Nantinya pada saat pengambilan data atau pengumpulan data, responden akan diberikan pengarahan mengenai kuesioner yang akan diteliti terlebih dahulu oleh penelitinya.
5.      Group Administration
Pada metode ini, peneliti terlebih dahulu akan membuat suatu pertemuan yang akan mengumpulkan para responden, dan para responden akan melakukan pengisian kuesioner secara bersamaan.
6.      Internet survey
Pada proses pengambilan data ini, responden yang sedang mengakses internet, biasanya akan ditawarkan beberapa pilihan untuk mengikuti survey secara online. Responden pada bagian ini hanya tinggal mengikuti arahan-arahan yang ada dilayar monitor untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan (Wimmer : 2011).

No comments:

Post a Comment