Responden
dalam penelitian survey
Survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari
satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data
pokok (Sofian Efendi, Tukiran : 2012).
Dalam survey, informasi atau data dikumpulkan dari responden melalui kuisioner.
Sedangkan responden adalah orang yang memberikan data untuk dianalisis dengan
cara menjawab kuisioner (Morissan MA : 2012). Menurut KBBI responden artinya /res·pon·den/ /réspondén/ n penjawab (atas pertanyaan yg diajukan
untuk kepentingan penelitian): ia
siap menjadi – penelitian.
Jadi responden itu adalah orang yang menjadi subyek
penelitian, tanpa adanya responden tidak akan ada hasil dari penelitian.
instrumen responden merupakan instrumen yang penting menentukan hasil penelitian.
Responden ini sendiri di ambil berdasarkan kebutuhan penelitian, seberapa
banyaknya resonden mencangkup jenis penelitian yang di lakukan, jenis kelamin,
umur, tingkat pendidikan, alamat tempat tinggal, tinggi badan, berat badan,
pertanyaan seperti ini ada tergantung kebutuhan peneliti meneliti bagian yang
mana untuk mengumpulkan data dari reponden. Oleh
karenanya, kesalahan dalam menentukan responden atau kesalahan dalam menggali
informasi yang diberikan oleh responden dapat menyebabkan rendahnya tingkat
validitas data yang didapatkan serta hasil analisis atau penarikan kesimpulan
atas suatu penelitian.
Untuk
menghindari hal tersebut diatas, maka menjadi penting bagi peneliti untuk
memahami terlebih dahulu permasalahan atau topik yang akan dijadikan objek
penelitian, kelemahan dan kelebihan teknik pengumpulan data yang akan diambil, serta
memahami responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian tersebut. Dalam
paper kali ini, kami membatasi hanya pada aspek responden dalam penelitian
survey saja.
Dalam penelitan
survey peneliti harus memahami topik dan tujuan penelitian. Hal ini menjadi
penting karena dengan mengetahui tujuan penelitian maka akan memudahkan
peneliti dalam menentukan atau memilih responden yang akan dijadikan sampel
dalam penelitian. Dalam penelitian survey dengan menggunakan teknik kuisioner,
pertanyaan yang diajukan bersifat statis dan terstandar, artinya responden yang
menjadi sampel penelitian menerima pertanyaan yang sama, hal ini tentu menjadi
salah satu kelemahan karena tidak semua responden memiliki tingkat pemahaman
dan keberpihakan yang sama. Oleh karenanya menggali informasi/memahami
responden menjadi hal yang sangat menentukan dalam penelitian survey.
Pemahaman
tentang responden menjadi penting karena responden sebagai subjek data
penelitian memiliki motivasi, tingkat kejujuran, pengetahuan dan kemampuan
untuk menjawab kuisioner yang berbeda beda. Dalam memberikan jawaban seorang
responden bisa saja memiliki motivasi untuk tidak memberikan jawaban yang benar
baik sengaja atau tidak disengaja, responden juga mungkin memiliki motivasi
untuk memberikan jawaban yang merepresentasikan diri mereka tetapi lebih kepada
apa yang dianggap oleh umum sebuah kebenaran, selain itu responden bias juga
tidak memberikan jawaban dengan jujur karena dalam penelitian survey tidak ada
yang dianggap sebagai sebuah kebenaran sejati. Kelemahan-kelemahan yang berasal
dari responden inilah yang kemudian harus bias dieliminer oleh peneliti. Lalu
bagaimanakan caranya?
Kembali lagi
kepada memahami responden secara umum dan tujuan penelitian. Peneliti harus
menentukan siapa dan apa yang akan diteliti. Setiap individu memiliki tipe atau
karakteristik yang berlainan, tetapi dalam penelitian, peneliti harus
memberlakukan penelitiannya untuk tipe tertentu saja, misalnya apakah dia
anak-anak atau orang dewasa, laki-laki atau perempuan, pelajar atau mahasiswa,
ibu rumah tangga atau pekerja, bagaimana kondisi status sosialnya, berapa
umurnya dsb. Karakteristik ini untuk meminimalisir
kesalahan dalam menetukan responden yang pada akhirnya akan berpengaruh
terhadapa validitas analisis data atau penarikan kesimpulan penelitian
(Morissan : 2012).
Selain itu,
pemilihan responden yang sesuai dengan metode pengumpulan data yang kita
gunakan pun menjadi hal yang penting. Roger D. Wimmer dan Joseph R. Dominick
dalam buku Mass Media Research an Introducing
membagi proses pengumpulan data sebagai berikut :
1. Mail
survey
Pada bagian ini,
responden yang telah dipilih oleh peneliti akan mendapatkan kiriman email
berupa kuesioner yang harus diisi. Pada email berupa kuesioner yang dikirimkan,
setiap responden akan melihat sebuah catatan penting yang menyatakan bahwa ,
setiap responden harus mengisi dengan lengkap kuesioner tersebut setelah itu
baru dapat mengembalikan kuesioner tersebut.
2. Telephone Surveys
Pada survey ini, responden yang telah ditentukan sebelumnya oleh penliti
akan mendapatkan telepon dari peneliti untuk menanyakan mengenai koesioner yang
dibuat. Responden akan langsung menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh
peneliti melalui telepon tersebut.
3. Personal
interview
Pada bagian pengumpulan
data ini, responden akan ditemui langsung oleh peneliti dan akan bantu dengan
wawancara langsung untuk mengisi kuesioner yang telah disediakan. Pada metode pengumpulan data ini pun telah
dikenal proses pengumpulan data dengan menggunakan komputer, dimana responden
akan langsung mengisi kuesioner melalui komputer atau laptop yang telah
disediakan oleh peneliti atau yang dikenal dengan Computer-Assisted Personal
Interviewing (CAPI)
4. Mall
intercept/mall interview
Pada metode ini,
responden yang akan ditemui adalah mereka yang berada di pusat-pusat
perbelanjaan, artinya responden dalam posisi ini adalah mereka yang belum
mengetahui langsung mengenai adanya proses pengambilan data penelitian.
Nantinya pada saat pengambilan data atau pengumpulan data, responden akan
diberikan pengarahan mengenai kuesioner yang akan diteliti terlebih dahulu oleh
penelitinya.
5. Group
Administration
Pada metode ini,
peneliti terlebih dahulu akan membuat suatu pertemuan yang akan mengumpulkan
para responden, dan para responden akan melakukan pengisian kuesioner secara
bersamaan.
6. Internet
survey
Pada proses pengambilan
data ini, responden yang sedang mengakses internet, biasanya akan ditawarkan
beberapa pilihan untuk mengikuti survey secara online. Responden pada bagian
ini hanya tinggal mengikuti arahan-arahan yang ada dilayar monitor untuk
mengisi kuesioner yang telah disediakan (Wimmer : 2011).
No comments:
Post a Comment