Friday, November 9, 2012

responden dalam penelitian survey


RESPONDEN DALAM PENELITIAN SURVEY
A.    Latar Belakang Masalah
Penelitian kuantitaif, khususnya penelitian survey banyak digunakan oleh peneliti untuk mengukur atau mengevaluasi masalah masalah besar.  Survey seperti yang dikatakan Hartono[1] adalah sebuah proses pemeriksaan atau penelitian secara komprehensif. Dalam makna yang sebenarnya Hartono ingin menjelaskan  bahwa komprehensif yang di maksud adalah pemaparan secara luas dan lengkap dari penelitian.
Penelitian survey sendiri dijelaskan sebagai sebuah penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau wawancara, dengan tujuan untuk mengetahui: siapa mereka, apa yang mereka pikirkan, rasakan, atau kecenderungan suatu tindakan (Hartono). Dengan alat yang di sebut kusioner. Marsi Singarimbun menjelasakan lebih detile lagi dengan menggunakan alat bantu penelitian yakni kusioner Ia menjelaskan bahwa sebuah penelitian survey  adalah penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dengan menggunakan kusioner sebagai alat pengumpulan data pokok (2012: 3) dengan  Prosesnya yang dapat dimulai dari mana pun tergantung dari keahlian dan kemampuan peneliti yang bermula dari adanya minat untuk memahami suatu fenomena sosial.
Survei lazim dilakukan dalam penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Karena dalam mata kuliah ini kita memperlajari metode kuantitatif maka pendekatan penelitian survey akan lebih ke arah penelitian survey dalam metode penelitian kuntitatif. Dengan unit analisis sendiri adalah individu-individu yang menjawab pertanyaan, namun bisa rumah tangga apabila unit analisisnya ingin menggabungkan satu keluarga yang terdiri dari suami, istri , anak, maka unit analisisnya menjadi rumah tangga, bukan individu lagi. Penggabungan itulah yang membuat unit analilisnya berubah menjadi rumah tangga, tapi pada umumnya unit analisis dari penelitian survey adalah individu.
Individu ini yang nantinya akan menjadi responden dari sebuah penelitian dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peneliti. Responden sendiri seperti yang di jelskan oleh KBBI adalah  penjawab (atas pertanyaan yg diajukan untuk kepentingan penelitian): ia siap menjadi – penelitian. atau lebih terperinci lagi responden bisa dijelaskan sebagai  orang yang menanggapi. Dalam penelitian, responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan tentang sesuatu fakta/pendapat. Keterangan tersebut dapat disampaikan dalam bentuk tulisan, yaitu ketika mengisi angket/lisan ketika menjawab wawancara[2]. Lebih dalam lagi mengenai pengertian responden, dijelaskan sebagai  seseorang (karena lazimnya berupa orang) yang diminta untuk memberikan respon (jawaban) terhadap pertanyaan-pertanyaan (langsung atau tidak langsung, lisan atau tertulis ataupun berupa perbuatan) yang diajukan oleh peneliti. Dalam hal penelitian dilakukan dengan menggunakan tes, maka “responden” penelitian ini menjadi “testee” (yang dites). Responden penelitian bisa subjek penelitian, bisa orang lain[3]. Siapa subjek penelitian yang di maksud? Dijelaskan juga subjek penelitian adalah sesuatu, baik orang, benda ataupun lembaga (organisasi), yang sifat-keadaannya (“attribut”-nya) akan diteliti. Dengan kata lain subjek penelitian adalah sesuatu yang di dalam dirinya melekat atau terkandung objek penelitian, objek penelitian itu sendiri adalah sifat keadaan ( “attributes”) dari sesuatu benda, orang, atau keadaan, yang menjadi pusat perhatian atau sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat, kuantitas, dan kualitas (benda, orang, dan lembaga), bisa berupa perilaku, kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau simpati-antipati,keadaan batin, dsb. (orang), bisa pula berupa proses dsb. (lembaga).




No comments:

Post a Comment