RESPONDEN
DALAM PENELITIAN SURVEY
A. Latar
Belakang Masalah
Penelitian
kuantitaif, khususnya penelitian survey banyak digunakan oleh peneliti untuk
mengukur atau mengevaluasi masalah masalah besar. Survey seperti yang dikatakan Hartono[1]
adalah sebuah proses pemeriksaan atau penelitian secara komprehensif. Dalam
makna yang sebenarnya Hartono ingin menjelaskan bahwa komprehensif yang di maksud adalah
pemaparan secara luas dan lengkap dari penelitian.
Penelitian
survey sendiri dijelaskan sebagai sebuah penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner atau wawancara, dengan tujuan untuk mengetahui: siapa mereka, apa yang
mereka pikirkan, rasakan, atau kecenderungan suatu tindakan (Hartono). Dengan
alat yang di sebut kusioner. Marsi Singarimbun menjelasakan lebih detile lagi
dengan menggunakan alat bantu penelitian yakni kusioner Ia menjelaskan bahwa
sebuah penelitian survey adalah
penelitian yang mengambil sample dari satu populasi dengan menggunakan kusioner
sebagai alat pengumpulan data pokok (2012: 3) dengan Prosesnya yang dapat dimulai dari mana pun
tergantung dari keahlian dan kemampuan peneliti yang bermula dari adanya minat
untuk memahami suatu fenomena sosial.
Survei lazim dilakukan dalam penelitian kuantitatif
maupun kualitatif. Karena dalam mata kuliah ini kita memperlajari metode
kuantitatif maka pendekatan penelitian survey akan lebih ke arah penelitian
survey dalam metode penelitian kuntitatif. Dengan unit analisis sendiri adalah
individu-individu yang menjawab pertanyaan, namun bisa rumah
tangga apabila unit analisisnya ingin menggabungkan satu keluarga yang terdiri
dari suami, istri , anak, maka unit analisisnya menjadi rumah tangga, bukan
individu lagi. Penggabungan itulah yang membuat unit analilisnya berubah
menjadi rumah tangga, tapi pada umumnya unit analisis dari penelitian survey
adalah individu.
Individu ini
yang nantinya akan menjadi responden dari sebuah penelitian dan menjawab
pertanyaan-pertanyaan dari peneliti. Responden sendiri seperti yang di jelskan
oleh KBBI adalah penjawab (atas
pertanyaan yg diajukan untuk kepentingan penelitian): ia siap menjadi – penelitian. atau lebih terperinci lagi
responden bisa dijelaskan sebagai orang yang menanggapi. Dalam penelitian, responden adalah orang yang diminta memberikan keterangan
tentang sesuatu fakta/pendapat. Keterangan tersebut dapat
disampaikan dalam bentuk tulisan, yaitu ketika mengisi angket/lisan ketika
menjawab wawancara[2].
Lebih dalam lagi mengenai
pengertian responden, dijelaskan sebagai seseorang (karena lazimnya berupa orang) yang
diminta untuk memberikan respon (jawaban) terhadap pertanyaan-pertanyaan
(langsung atau tidak langsung, lisan atau tertulis ataupun berupa perbuatan)
yang diajukan oleh peneliti. Dalam hal penelitian dilakukan dengan menggunakan
tes, maka “responden” penelitian ini menjadi “testee” (yang dites). Responden
penelitian bisa subjek penelitian, bisa orang lain[3]. Siapa subjek penelitian yang di maksud? Dijelaskan
juga subjek penelitian adalah sesuatu, baik orang,
benda ataupun lembaga (organisasi), yang sifat-keadaannya (“attribut”-nya) akan
diteliti. Dengan kata lain subjek penelitian adalah sesuatu yang di dalam
dirinya melekat atau terkandung objek penelitian, objek penelitian itu sendiri adalah sifat keadaan
( “attributes”) dari sesuatu benda, orang, atau keadaan, yang menjadi pusat
perhatian atau sasaran penelitian. Sifat keadaan dimaksud bisa berupa sifat,
kuantitas, dan kualitas (benda, orang, dan lembaga), bisa berupa perilaku,
kegiatan, pendapat, pandangan penilaian, sikap pro-kontra atau
simpati-antipati,keadaan batin, dsb. (orang), bisa pula berupa proses dsb.
(lembaga).
[1]
Hartono,
J,H. 2004. Metodelogi Penelitian. BPFE Yogyakarta (http://id.wikipedia.org/wiki/Survei)
No comments:
Post a Comment