Friday, November 9, 2012

point penting dalam buku Niklas Luhmann Mass media reality

News

Entertainment
Advertising
Transformasi Evolusi Berita

·         Berita = fakta yang selalu diperbarui.
·         Evolusi berita: berita harian à (1) broadsides, (2) balada, (3) kisah-kisah kriminal.
·         Ciri berita masa kini: mengejutkan, baru, menarik dan layak diberitakan.
·         Berita = hiburan
·         Gaya penulisan khas
·         Pemirsa berhak minta koreksi kalau di media massa ada kesalahan

·         Doubling of reality
·         The excerpt from reality in which the second world is constituted is marked visually or acoustically (books, screen plays, etc.) This external frame then releases a world in which a fictional reality of its own applies
·         Viewers are able to observe beginning and end (unlike in their own life) because they experience things beforehand and still do afterwards.
·         Transition from real reality to fictional reality
·         This world of the imagination, because it does not have to coordinate the social behaviour of the observers, does not need any game rules. Instead it needs information.
·         The reader/viewer has to be put in a position very quickly to form a memory which fits the story, which is tailored to it. And he or she can only do this if provided with sufficient familiar details along with the pictures or the texts.
·         .... etc



SIFAT
Manipulatif, Insincerely,
Taken for granted
Bahwa Advertising itu berupaya memanipulasi masyarakat, memberikan informasi tidak benar, dan merupakan proyeksi dari take for granted, mengambil untuk di berikan, jika diasumsikan bisa seperti mengambil sebuah produk kemudian di tawarkan kepada masyarakat dengan cara memanipulasi pesan.
Reputasi Profesi

·         Reputasi bergantung pada performa kerja dan kemauan meneliti.
·         Kesalahan pemberitaan = dari luar  sehingga jika ada kesalahan maka pihak luar yang disalahkan.
·         Profesi itu melayani masyarakat dengan kebenaran.

Entertainment
1.       Doubling Reality : a. Real Reality à Second Reality (Fictional Reality/imagination)
2.       Tujuan Entertainment adalah untuk memunculkan pengalaman, perasaan takut, lupa (mengalihkan perhatian), harapan.
3.       Bentuk : Teks dan film.
4.       Konten :
a.       Social games mempunyai aturan
b.      Entertain tidak mempunyai aturan
5.       Konten entertainment membuat audiens merefleksikan apa yang mereka lihat dan dengar ke dalam diri mereka.
6.       Bentuk :
a.       Social games = perilaku dalam social games sudah diatur dengan aturan
b.      Entertainment = perilaku dalam hiburan tanpa aturan/ bebas
7.       Entertainment
a.       Viewer dapat mengobservasi/ mengamati awal dan akhir kisah, tidak seperti di dunia nyata.
b.      Viewer dengan pengetahuan dan motivasi mereka, memiliki kebebasan untuk setuju/tidak setuju terhadap realitas yang disajikan dalam entertainment.
8.       Entertainment  tidak mengutamakan autentisitas.

FUNGSI
Persuasi dan Edukasi
Persuasi merupakan sifat hakiki dari sebuah iklan, dibuat untuk menawarkan, masyarakat tidak diberi ruang untuk memikirkan hal lain ketika ditampar oleh iklan “persuasi” mempengaruhi khalayak, namun tidak semua iklan mengandung kebohongan. Edukasi dengan pembelajaran no taste to taste. Mungkin maksud luhman adalah dari ketiktahuan menjadi tahu.
Kebenaran (truth)

·         Kebenaran versi media massa ≠penelitian ilmiah.
·         Tiap media massa memiliki regulasi pemilihan berita tertentu.
·         Media massa memiliki kebebasan tinggi untuk menerapkan batasan-batasan pada dirinya sendiri.
·         Media massa punya otonomi memilih: menampilkan lingkungan seperti apa adanya atau seperti yang ditentukan oleh media massa.


TEKNIK PENYAMPAIAN/PENYEBARAN
Unrecognizable, Opaque-ization
Untuk menyampaikan sesuatu melalaui iklan, informasi yang ingin disampaikan ke audiens dibungkus dengan packaging visual maupun tekstual. Packaging dalam iklan punya peran yang sangat besar dalam usaha mempengaruhi audiens.

Selain itu teknik untuk menyebarkan informasi melalui iklan adalah opaque-ization ( keburaman, samar-samar) dengan menggunakan bahasa/kata2 paradoks. Misalnya pada bahasa iklan yang menyatakan bahwa dengan membelanjakan uang kita, maka kita akan aman, atau mengatakan bahwa produk ini “eksklusif” padahal itu ditujukan ke semua orang/audiens atau mengatakan tampilan pedesaan direkomendasikan untuk apartemen kota.


Kriteria penyebaran berita/laporan:

·         Informasi harus mengandung unsur kejutan
·         Informasi harus bisa dipahami sebagai komponen komunikasi
·         Seleksi mengacu pada sistem fungsi media massa.
Kriteria-kriteria seleksi berita:
1.       Kejutan: baru, tidak boleh ada repetisi. Kebaruan berakhir saat sudah ada keputusan
2.       Konflik. Konflik itu disukai karena membuat penasaran, menghasilkan ketegangan dan tebak-tebakan akan siapa yang menang dan kalah.
3.       Kuantitas (jumlah) itu efektif menarik perhatian pemirsa. Kuantitas memiliki dua tahapan efek: yang satu naik, maka berdampak yang satunya turun
4.       Relevansi Lokal memberi nilai lebih pada sepotong informasi. Orang lebih tertarik pada berita peristiwa yang terjadi di dekatnya. Jarak harus dikompensasi oleh besar/tidaknya atau keanehan berita.
5.       Pelanggaran norma juga menarik. representasikan pelanggaran norma di media = skandal. Pemberitaan skandal mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan sekaligus marah.



INTENSITAS/WAKTU
Berulang-ulang
Tayangan iklan yang di lakukan berulang-ulang akan merekam di memori otak dan pikiran manusia, “repeat”   Iklan semestinya disampaikan/ditayangkan/disebarkan secara terus menerus untuk menciptakan awareness dan menanamkan informasi mengenai produk/jasa yang diiklankan tertanam di ingatan audiens.
Menutur Luhmann, mungkin skema paling penting dari iklan


No comments:

Post a Comment