|
News
|
Entertainment
|
Advertising
|
|||
|
Transformasi Evolusi
Berita
|
·
Berita
= fakta yang selalu diperbarui.
·
Evolusi
berita: berita harian à (1) broadsides,
(2) balada, (3) kisah-kisah kriminal.
·
Ciri
berita masa kini: mengejutkan, baru, menarik dan layak diberitakan.
·
Berita
= hiburan
·
Gaya
penulisan khas
·
Pemirsa
berhak minta koreksi kalau di media massa ada kesalahan
|
·
Doubling
of reality
·
The
excerpt from reality in which the second world is constituted is marked
visually or acoustically (books, screen plays, etc.) This external frame then
releases a world in which a fictional reality of its own applies
·
Viewers
are able to observe beginning and end (unlike in their own life) because they
experience things beforehand and still do afterwards.
·
Transition
from real reality to fictional reality
·
This
world of the imagination, because it does not have to coordinate the social
behaviour of the observers, does not need any game rules. Instead it needs information.
·
The
reader/viewer has to be put in a position very quickly to form a memory which
fits the story, which is tailored to it. And he or she can only do this if
provided with sufficient familiar details along with the pictures or the
texts.
·
....
etc
|
SIFAT
|
Manipulatif, Insincerely,
Taken for granted
|
Bahwa Advertising itu berupaya
memanipulasi masyarakat, memberikan informasi tidak benar, dan merupakan
proyeksi dari take for granted, mengambil untuk di berikan, jika diasumsikan
bisa seperti mengambil sebuah produk kemudian di tawarkan kepada masyarakat
dengan cara memanipulasi pesan.
|
|
Reputasi Profesi
|
·
Reputasi
bergantung pada performa kerja dan kemauan meneliti.
·
Kesalahan
pemberitaan = dari luar sehingga jika
ada kesalahan maka pihak luar yang disalahkan.
·
Profesi
itu melayani masyarakat dengan kebenaran.
|
Entertainment
1. Doubling
Reality : a. Real Reality à
Second Reality (Fictional Reality/imagination)
2. Tujuan
Entertainment adalah untuk memunculkan pengalaman, perasaan takut, lupa
(mengalihkan perhatian), harapan.
3. Bentuk
: Teks dan film.
4. Konten
:
a.
Social games mempunyai aturan
b.
Entertain tidak mempunyai aturan
5. Konten
entertainment membuat audiens merefleksikan apa yang mereka lihat dan dengar
ke dalam diri mereka.
6. Bentuk
:
a.
Social games = perilaku dalam social games sudah
diatur dengan aturan
b.
Entertainment = perilaku dalam hiburan tanpa
aturan/ bebas
7. Entertainment
a.
Viewer dapat mengobservasi/ mengamati awal dan
akhir kisah, tidak seperti di dunia nyata.
b.
Viewer dengan pengetahuan dan motivasi mereka,
memiliki kebebasan untuk setuju/tidak setuju terhadap realitas yang disajikan
dalam entertainment.
8. Entertainment tidak mengutamakan autentisitas.
|
FUNGSI
|
Persuasi dan Edukasi
|
Persuasi merupakan sifat hakiki
dari sebuah iklan, dibuat untuk menawarkan, masyarakat tidak diberi ruang
untuk memikirkan hal lain ketika ditampar oleh iklan “persuasi” mempengaruhi
khalayak, namun tidak semua iklan mengandung kebohongan. Edukasi dengan
pembelajaran no taste to taste. Mungkin maksud luhman adalah dari ketiktahuan
menjadi tahu.
|
|
Kebenaran (truth)
|
·
Kebenaran
versi media massa ≠penelitian ilmiah.
·
Tiap
media massa memiliki regulasi pemilihan berita tertentu.
·
Media
massa memiliki kebebasan tinggi untuk menerapkan batasan-batasan pada dirinya
sendiri.
·
Media
massa punya otonomi memilih: menampilkan lingkungan seperti apa adanya atau
seperti yang ditentukan oleh media massa.
|
|
TEKNIK
PENYAMPAIAN/PENYEBARAN
|
Unrecognizable, Opaque-ization
|
Untuk menyampaikan sesuatu
melalaui iklan, informasi yang ingin disampaikan ke audiens dibungkus dengan
packaging visual maupun tekstual. Packaging dalam iklan punya peran yang
sangat besar dalam usaha mempengaruhi audiens.
Selain itu teknik untuk
menyebarkan informasi melalui iklan adalah opaque-ization ( keburaman,
samar-samar) dengan menggunakan bahasa/kata2 paradoks. Misalnya pada bahasa
iklan yang menyatakan bahwa dengan membelanjakan uang kita, maka kita akan
aman, atau mengatakan bahwa produk ini “eksklusif” padahal itu ditujukan ke
semua orang/audiens atau mengatakan tampilan pedesaan direkomendasikan untuk
apartemen kota.
|
|
Kriteria penyebaran
berita/laporan:
|
·
Informasi
harus mengandung unsur kejutan
·
Informasi
harus bisa dipahami sebagai komponen komunikasi
·
Seleksi
mengacu pada sistem fungsi media massa.
Kriteria-kriteria seleksi berita:
1.
Kejutan: baru, tidak boleh ada repetisi.
Kebaruan berakhir saat sudah ada keputusan
2.
Konflik. Konflik itu disukai karena membuat
penasaran, menghasilkan ketegangan dan tebak-tebakan akan siapa yang menang
dan kalah.
3.
Kuantitas (jumlah) itu efektif menarik perhatian
pemirsa. Kuantitas memiliki dua tahapan efek: yang satu naik, maka berdampak
yang satunya turun
4.
Relevansi Lokal memberi nilai lebih pada sepotong
informasi. Orang lebih tertarik pada berita peristiwa yang terjadi di
dekatnya. Jarak harus dikompensasi oleh besar/tidaknya atau keanehan berita.
5.
Pelanggaran norma juga menarik. representasikan
pelanggaran norma di media = skandal. Pemberitaan skandal mendorong
masyarakat untuk lebih peduli dan sekaligus marah.
|
|
INTENSITAS/WAKTU
|
Berulang-ulang
|
Tayangan iklan yang di lakukan
berulang-ulang akan merekam di memori otak dan pikiran manusia, “repeat” Iklan semestinya
disampaikan/ditayangkan/disebarkan secara terus menerus untuk menciptakan
awareness dan menanamkan informasi mengenai produk/jasa yang diiklankan
tertanam di ingatan audiens.
Menutur Luhmann, mungkin skema
paling penting dari iklan
|
Friday, November 9, 2012
point penting dalam buku Niklas Luhmann Mass media reality
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment