Wednesday, April 21, 2021

Cara membuat lengan balon baju muslim

  Hai teman-teman, sudah lewat 10 hari puasa nih. Ada yang udah kepikiran beli baju lebaran nggak? Nah kali ini saya akan membagikan cara membuat lengan balon yang sedang ngehit banget di tahun 2021. Bagaimana tutorualnya? Yuk simak dibawah ini

Ini adalah contoh lengan balon yang lagi hits loh di dunia pergamisan. Nah buat teman2 yang nggak mau belibet buat di tukang jahit dan sedang cari baju lebaran untuk ibu, ayah, istri suami, adik, kakak bisa banget cari baju dan belanja di sini  Bangga berkain diskon 80% , apalagi kalau pakai kode voucer BERKAIN10 tambah diskon 10% dari the F thing. Yuk yang mau model baju2 hits dari designer terkenal tinggal klik, promonya cma sampai lebaran. Lepas lebaran harga normal.

Nah untuk selanjutnya yuk simak bagian detile cara membuat lengan balon di atas.


Polanya seperti di atas, buat terlebih dahulu pola lengan biasa kemudian berikan jarak  sesuai keinginan, ada yang 4, 5, 6 atau sesuai kebutuhan teman2. Kemudian gunting pola tersebut dan tempelkan kertas lain di bagian jaraknya. Simpel bukan?


Model model lengan yang mengikuti tren ini bisa menambah ke pd an kita dalam sehari hari loh. Nah untuk itu di Berkah berkain ramdhan the f thing kalian bisa membeli semua model baju yang sedang hits di tahun ini. Dan tentunya model-model baju ini bisa menyempurnakan penampilan di waktu lebaran nanti. 

Jangan lupa kode voucee BERKAIN10 untuj dapat diskon +10% 

Friday, November 9, 2012

Strategi promosi visit Lombok Sumbawa 2012 untuk mencapai 1 juta wisatawan (studi kasus pada BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB)


A.    Latar Belakang Masalah
Indonesia terdiri dari 33 provinsi, yang menyebar dari Sabang sampai Pulau Rote, merupakan sebuah negara yang subur dengan pemanfaatan sektor agraris sebagai sektor utama yang menopang kelangsungan hidup masyarakatnya[1]. Lahan yang subur dengan panorama yang asri membuat sektor pariwisata menjadi sektor pendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Salah satunya di provinsi NTB, revitalisasi kepemimpinan Gubernur baru dengan pemerintahan baru membuat sebuah sistem baru yang diharapkan memberikan implikasi yang besar bagi masyarakat. Salah satu program andalan yang menjadi pemberitaan saat ini adalah program visit Lombok Sumbawa 2012 dengan target wisatawan sebanyak 1 juta.
Provinsi NTB dengan dua pulau terbesarnya Lombok dan  Sumbawa memiliki  kekayaan budaya yang sangat bervariasi, sehingga  sangat prospektif bagi pengembangan kepariwisataan. Karakteristik budaya  yang multietnik dengan tiga suku utamanya; Sasak (P.Lombok), Samawa  (bagian tengah P.Sumbawa) dan Mbojo (bagian timur P. Sumbawa), serta  diperkuat dengan budaya etnik Bali, Jawa, Melayu, Bugis, Timor, Banjar,  China, Arab, menjadikan NTB ibarat miniatur Indonesia dan mozaik budaya  nusantara[2].
NTB sister of Bali memiliki banyak tempat wisata diantarnya adalah kawasan pariwisata Suranadi dan sekitarnya (96 Ha), kawasan pariwisata Sire, Gili Air,  Senggigi dan sekitarnya (1.800 Ha), kawasan pariwisata Gili Gede dan sekitarnya (2.590 Ha), kawasan pariwisata Kuta, Seger, A'an  dan sekitarnya (2.590 Ha), kawasan pariwisata Selong Belanak dan sekitarnya (480 Ha), kawasan pariwisata Gunung Rinjani dan  sekitarnya (17.100 Ha), kawasan pariwisata Gili Indah dan sekitarnya (650 Ha), kawasan pariwisata Gili Sulat dan  sekitarnya (1.317 Ha), kawasan pariwisata Dusun Sade dan sekitarnya (315 Ha), kawasan pariwisata Pulau Moyo dan  sekitarnya (1.528 Ha), kawasan pariwisata Pantai Maluk dan sekitarnya (376 Ha), kawasan pariwisata Pantai Hu'u dan  sekitarnya (2.756 Ha), kawasan pariwisata Sape dan sekitarnya (203 Ha), kawasan pariwisata Teluk Bima dan  sekitarnya (201 Ha), kawasan  pariwisata Gunung Tambora dan sekitarnya (2.526 Ha)[3].
Variasi dan banyaknya pilihan pariwisata di NTB membuat adanya program Visit Lombok Sumbawa 2012  oleh Gubernur NTB sekarang ini. Program ini mencanangkan 1 juta wisatawan berkunjung kelombok tahun 2012. Program VLS 2012 merupakan bukti dari pertumbuhan pariwisata di NTB. Selain dari sektor pertanian, pariwisata juga merupakan salah satu sektor pendukung pertumbuhan ekonomi di NTB. Untuk itu pencanangan program pariwisata menjadi hal yang sangat penting diperhatikan demi terciptanya perekonomian masyarakat yang lebih baik.
Demi tercapainya tujuan di atas dibuatlah sebuah upaya untuk mendukung promosi yang dilakukan, salah satunya dengan membuat program-program pendukung keberbagai media atau dengan berbagai cara untuk memperkenalkan program atau rencana yang dibuat. Promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dan pemasaran[4]. Promosi dipilih menjadi bagian dari strategi pemasaran dari sebuah kegiatan yang dilkukan untuk meningkatkan pemasukan disektor pariwisata dan tercapainya tujuan yakni 1 juta wisatawan.
NTB menyongsong 2012 dengan pembangunan infrastruktur yang lebih baik. Dipindahkannya Bandara Selaparang ke Bandara Internasional Lombok merupakan langkah awal di mulainya VLS 2012[5]. Perbaikan infrastruktur, termasuk jalan dan penataan tata kota juga dilakukan demi tercipatanya iklim yang baru untuk memanjakan mata para wisatawan domestik dan manca negara yang berkunjung.
Kesiapan promosi dan perkenalan program VLS 2012 belum bisa dikatakan matang untuk menggenggam 1 juta wisatawan dalam 1 tahun. Banyak hal yang harus diperbaiki dan di renovasi, selain dari sisi pemerintah kesiapan masayarakat menerima tamu baru di daerah mereka pun kemudian menjadi penting untuk di terapkan. Bagaimana menyambut tamu dengan baik, dan memperkenalkan diri menjadi tuan rumah yang bisa membuat tamu terkesan seharusnya menjadi poin penting yang juga diperhatikan pemerintah dalam menata VLS 2012. Manner, sikap, attitude, dan kesiapan msayarakat dalam penguasaan bahasa ketika berkomunikasi dengan turis manca negara. Persiapan-persiapan kecil ini tidak banyak diperhatikan oleh pemerintah daerah NTB. karena yang menjadi target poin pemerintah adalah wacana 1 juta wisatawan, kemudian terpaku dengan kata 1 juta wisatawan dan mengabaikan peran penting msayarakat itu sendiri.
Strategi bagi sebuah intitusi lembaga pemerintahan atau perusahan merupakan cara untuk mencapai tujuan sebuah program yang dibuat. David, p.15, 2004 mendefinisakan strategi sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang[6]. Sedangkan Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan, Tjiptono[7] (2001:219).
 Strategi promosi demi terwujudnya 1 juta wisatawan pun digenjarakan dalam berbagai sektor, salah satunya adalah dengan melakukan gathering kepada korporasi nasional dan multinasional Indonesia[8] kegiatan ini terus dilakukan dan merupakan rangkaian dari strategi dan pemasaran pariwisata Lombok-Sumbawa yang meliputi para komunitas expatriate di Jakarta, baik dari komunitas, asosiasi dan klub-klub sosial dan para professional serta industri wisata yang ada di Jakarta. Selain itu Komunitas korporasi juga dilakuakn khususnya para sekretaris, procuremen manager, travel section officer dan lainnya adalah mitra kerja strategis BPPD NTB dan diharapkan mitra-mitra strategis ini dapat menjadi duta pariwisata bagi Lombok-Sumbawa dan destinasi kepada British Woman Association, Indonesia-Canada Chamber of Commerce, Kadin dari negara-negara Eropa (Ekonid), Britcham, Eurocham, Mothers Club-Japanese Woman Association, American Chamber, Indonesia-Australia Business Council, ASEAN Woman Circle, Australia-New Zealand Woman Association dan Kedutaan-kedutaan di Jakarta[9]. Merupakan staregi untuk menggaet 1 juta wisatawan tahun 2012. Gencarnya di lakukan strategi promosi per janwari 2012 merupakan cara berkomunikasi pemerintah daerah untuk mewujudkan sektor pariwisata NTB agar lebih terliah bergeliat lagi demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan perataan ekonomi masyrakat NTB.
Bagaimana strategi promosi pemerintah daerah Khususnya BPPD NTB mempengaruhi jumlah wisatawan domesitk dan mancanegara pada tahun 2012 akan menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini.

B.     Rumusan Masalah
Bagaimana strategi promosi VSL (visit Lombok Sumbawa) 2012 yang dilakuakan oleh BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB untuk mencapai 1 juta wisatawan di tahun 2012 ?

C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.      Tujuan Penelitian
a.       Tujuan Umum Penelitian
Mengetahui secara rinci strategi promosi yang dilakukan BPPD NTB dalam meningkatkan jumlah wisatawan di NTB.
b.      Tujuan Khusus Penelitian
Membantu menganalisis Strategi promosi yang dilakukan BPPD dalam meningkatkan jumlah wisatawan di NTB, 1 juta wisatawan pada tahun 2012.
2.      Manfaat penelitian
a.       Secara Praktis
Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan diskusi dalam mempelajari lebih jauh tentang strategi promosi pada pemerintah daerah untuk meningkatkan sektor pariwisata di Indonesia, serta menjadi semangat rekan-rekan mahasiswa dalam mengmbangkan kajian studi kasus pada pemerintah daerah mengenai strategi promosi.
b.      Secara teoritis
Hasil dari penelitian ini diharapkan akan dapat menambah khasanah kajian keilmuan dibidang komunikasi, terutama kajian tentang strategi promosi dalam institusi pemerintahan.


D.    Kerangka Pemikiran

Dalam penelitian ini akan digunakan beberapa teori dan konsep yang mendukung sebagai landasan dalam menganalisa startegi promosi BPPD dalam program visit Lombok Sumbawa 2012. Berikut ini beberapa kerangka pemikir yang di gunakan.
1.      Strategi promosi dan pemasaran untuk meningkatkan penjualan
a.       Pengertian stategi, fungsi dampak terhadap perubahan pola pikir masyarakat yang mendapatkan terpaan media.
b.      Pengertian promosi, pola dan konsep promosi dalam meningkatkan penjualan sektor peindustrian atau non industri (instansi-instansi pemerintahan)
c.       Pengertian pemasaran, karakteristik pasar, jenis media yang digunakan
2.      Efek terpaan komunikasi
1.      Pengertian efek komunikasi
3.      Masyarakat
a.       Pengertian masyarakat

Adapun kerangka pemikir di atas dijabarkan dalam uraian dibawah ini adalah sebagai berikut:
1.      Strategi promosi dan pemasaran untuk meningkatkan penjualan
1.      Strategi
David, p.15, 2004 mendefinisakan strategi sebagai sebuah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Jadi Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai[10]. Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
2.      Promosi
Sedangkan Promosi pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan, Tjiptono[11]. Salah satu tujuan penting dari promosi adalah promosi tersebut harus dapat menyampaikan pasan pada sejumlah calon pembeli yang dituju atau yang ditargetkan, dengan demikian perusahaan harus memilih mana yang dapat dicapai ke pembeli yang dituju tersebut[12].
3.      Pemasaran
Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain[13]. Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing[14].
2.      Efek terpaan komunikasi
1.      Efek komunikasi massa
Efek kehadiran media massa adalah suatu efek yang berasal dari perlakuan media massa kepada kita. ada tiga pendekatan dalam media massa, yakni efek media massa, perubahan pada diri  khalayak komunikasi massa dan tinjauan suatu penelitian efek komunikasi massa, namun dalam efek media terhadap individu ini penulis hanya membahas 5 efek kehadiran masa secara fisik :efek ekonomi, sosial, penjadwalan sehari-hari, hilangnya perasaan tertentu, tumbuhnya perasaan tertentu[15].

3.      Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur[16].
E.     Kerangka Konsep.
Adapun kerangka konsep penelitian dijabarkan sebagai berikut



F.     Metode Penelitian

Penelitian ini termasuk jenis study kasus yang menggunakan paradigma postpositivistik. Jenis penelitian studi kasus ini lebih menekankan pada kasus sebagai obyek yang holistik sebagai fokus penelitian, seperti yang sering dijelaskan oleh Stake (2005) dan Creswell (2007).
Pada penelitian yang berjudul “Strategi promosi visit Lombok Sumbawa 2012 untuk mencapai 1 juta wisatawan (studi kasus pada BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB)” Peneliti mengindikasikan bahwa penelitian ini masuk keranah instrinsic case study di mana penelitian yang dilakukan pada suatu kasus yang memiliki kekhasan dan keunikan yang tinggi. Fokus penelitian ini adalah pada kasus itu sendiri, baik sebagai lokasi, program, kejadian atau kegiatan. Penelitian studi kasus mendalam ini mirip dengan penelitian naratif, tetapi memiliki prosedur kajian yang lebih terperinci kepada kasus dan kaitannya dengan lingkungan disekitarnya secara terintegrasi dan apa adanya. Lebih khusus lagi, penelitian studi kasus mendalam merupakan penelitian yang sangat terikat pada konteksnya, atau dengan kata lain sangat terikat pada lokusnya (site-case) Robert E. Stake 2005.
Untuk lebih memahami studi kasus peneliti menjabarkan secara terperinci apa yang di katakan Stake sebagai studi kasus mendalam kaitannya dengan judul dari penelitian. Di mana adanya keterpaduan antara kasus dengan lokasi penelitian. sementara untuk intrumental tunggalnya yang berjudul Strategi promosi visit Lombok Sumbawa 2012 untuk mencapai 1 juta wisatawan. Jamaknya adalalah promosi visit Lombok Sumbawa 2012, Studi kasusnya di BPPD Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB. Menunjukkan adanya penggunaan istilah ‘studi kasus’. Penggunaan istilah tersebut secara khusus untuk menunjukkan bahwa kasus yang dipergunakan bersifat sebagai sarana (instrumen) pembukti atas konsep atau teori peneliti. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut ini:

Sesuai dengan pendapatnya, yaitu bahwa proses penelitian studi kasus adalah penelitian yang terfokus pada kasus yang diteliti, Stake (2005) menekankan pada pentingnya kasus pada setiap tahapan proses penelitian studi kasus. Berdasarkan pendapatnya tersebut, Stake (2005, 2006) menjelaskan proses penelitian studi kasus adalah sebagai berikut:
1.      Menentukan dengan membatasi kasus.
2.      Memilih fenomena, tema atau isu penelitian.
3.      Memilih bentuk-bentuk data yang akan dicari dan dikumpulkan
4.      Melakukan kajian triangulasi 
5.      Menentukan interpretasi-interpretasi alternatif untuk diteliti
6.      Membangun dan menentukan hal-hal penting dan melakukan generalisasi dari hasil-hasil penelitian terhadap kasus
















sedikit tentang dyna Finnet, Institusional Rhetoric


socio politically relevant organizational discourse in the form of institutional rhetoric involves collective expression intended to influence the large social normative, climate, whit outcomes beneficial to the collective.
wacana organisasi sosial politik yang relevan dalam bentuk retorika institusional melibatkan ekspresi kolektif dimaksudkan untuk mempengaruhi normatif sosial yang besar, iklim, sedikit pun hasil yang bermanfaat bagi kolektif.
analysis of the rhetorical practices of the roman catholic church in the united states exemplifies this form of discourse = analisis praktek retoris dari Gereja Katolik Romawi di Amerika Serikat ini mencontohkan bentuk wacana
There are numerous contractual agreements about this, with the Roman Catholic Church mostly in concordats with the Holy See, with the Evangelical Church in the form of Church Agreements with the respective Landeskirchen. = Ada perjanjian kontraktual banyak tentang hal ini, dengan Gereja Katolik Roma terutama di konkordat dengan Tahta Suci, dengan Gereja Injili dalam bentuk Perjanjian Gereja dengan Landeskirchen masing.
organization engage in institutional rhetoric regarding social issues because these issues affect them, sometimes quite deeplyorganisasi terlibat dalam retorika institusional mengenai isu-isu sosial karena masalah ini mempengaruhi mereka, kadang-kadang cukup mendalam
establishment = ɪˈstæblɪʃmənt
Notes that social security, health and safety in the workplace, the right to form trade unions, industrial relations and social dialogue represent major challenges for China's future; calls on China to ratify key International Labour Organization Conventions, particularly Convention 87 concerning Freedom of Association and Protection of the Right to Organise and 98 on Collective Bargaining and to comply with the framework provisions of the International Labour Organization regarding effective measures to combat all forms of modern slavery, child labour and exploitation, particularly of female workers, so as to ensure respect for the fundamental rights of workers and discourage social dumping; invites the Commission to intensify and to report back regularly on the structured dialogue with its Chinese counterparts in these fields = Catatan bahwa keamanan kesehatan, sosial dan keamanan di tempat kerja, hak untuk membentuk serikat buruh, hubungan industrial dan dialog sosial merupakan tantangan besar bagi masa depan Cina, menyerukan China untuk meratifikasi Konvensi kunci Organisasi Buruh Internasional, khususnya Konvensi 87 tentang Kebebasan Berserikat dan perlindungan Hak Berorganisasi dan Perundingan Bersama pada 98 dan untuk memenuhi ketentuan kerangka Organisasi Perburuhan Internasional mengenai langkah-langkah yang efektif untuk memerangi segala bentuk perbudakan modern, pekerja anak dan eksploitasi, khususnya pekerja perempuan, sehingga untuk menjamin penghormatan terhadap hak-hak dasar pekerja dan mencegah pembuangan sosial, mengundang Komisi untuk mengintensifkan dan melaporkan kembali secara teratur pada dialog terstruktur dengan mitra China di bidang ini
institutional rhetoric promote alternative interpretations of the meaning and significance of such changes, especially the degree to which they represent social problems and what policies and actions represent appropriate solutions = retorika institusional mempromosikan interpretasi alternatif arti dan pentingnya perubahan tersebut, terutama sejauh mana mereka mewakili masalah sosial dan apa kebijakan dan tindakan merupakan solusi yang tepat
Changes to the leasing agreement are treated as changes to estimates within the meaning of IAS 8 "Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors", unless they lead to another classification.
Perubahan perjanjian sewa diperlakukan sebagai perubahan estimasi dalam arti IAS 8 "Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan", kecuali mereka menyebabkan klasifikasinya.
the primary role of institutional rhetoric in the discursive model of organizations sociopolitical relations thus emphasizes the ways in which organizations strategically advocate wider social meanings = peran utama retorika institusional dalam model diskursif hubungan organisasi sosial politik sehingga menekankan cara-cara di mana organisasi strategis advokasi makna sosial yang lebih luas
In addition to the Helsinki Summit political declaration and all of the foreseen enhancements listed above, the Heads of State or Government endorsed the revision of the CSCE's relations with international organizations and non-participating States and paid tribute to the role of NGOs, not to forget the adoption of a set of guidelines for a co-ordinated support of the integration of recently admitted participating States into the CSCE process.
Selain deklarasi KTT Helsinki politik dan semua perangkat tambahan diramalkan tercantum di atas, para Kepala Negara atau Pemerintah mendukung revisi hubungan yang CSCE dengan organisasi internasional dan non-berpartisipasi Negara serta memberikan penghargaan kepada peran LSM, tidak lupa penerapan seperangkat pedoman untuk dukungan terkoordinasi dari integrasi negara peserta baru mengakui dalam proses CSCE.
as a form of organizational discourse, institusional rhetoric demonstrates each of the basic conceptual assumptions that underlies the discursive model of organizational sociopolitical relations =sebagai bentuk wacana organisasi, retorika institusional menunjukkan masing-masing asumsi konseptual dasar yang mendasari model diskursif hubungan sosial politik organisasi
organizations that use institusional rhetoric to advocate their perspectives on socio political issues may feel, and indeed,, be deeply affected by,sociopolitical change. =organisasi yang menggunakan retorika institusional untuk mendukung perspektif mereka tentang isu-isu sosial politik mungkin merasa, dan memang,, akan sangat dipengaruhi oleh, perubahan sosial politik.
but they also influence, what varying degrees of conscious intent, the direction of this change = tetapi mereka juga mempengaruhi, apa yang berbagai tingkat niat sadar, arah perubahan ini
Style is to varying degrees the careful, conscious design of one's own environment: the way the home is furnished Ikea, a style mix of inherited pieces and hyper-modern items, austerity, rustic homeliness; style also applies to the car: a sporty little number, a large family saloon, jeep, mini; or one's taste in m usic - Heavy Metal [...]
Gaya adalah untuk berbagai tingkat desain, hati-hati sadar lingkungan sendiri: cara rumah dilengkapi Ikea, campuran gaya potongan diwariskan dan hiper-modern item, penghematan, kesederhanaan pedesaan, gaya ini juga berlaku untuk mobil: sedikit sporty nomor, sedan keluarga besar, jeep, mini, atau selera seseorang dalam usik m - Heavy Metal [...]
certainly, the discursive practices of organizations from varied institusional contexts also reflect a multiplicity of social persvectives about which few common generalizations apply = tentu, praktik-praktik diskursif organisasi dari konteks institusional bervariasi juga mencerminkan banyaknya persvectives sosial tentang mana generalisasi yang umum diterapkan
                                                                                                                         
Enabling individuals to become active learners implies both improving existing practices and developing new and varied approaches to take advantage of the opportunities offered by ICT and by the full range of learning contexts.
Memungkinkan individu untuk menjadi pembelajar aktif berarti kedua pendekatan baru dan beragam meningkatkan praktek-praktek yang ada dan berkembang untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yang ditawarkan oleh ICT dan oleh berbagai konteks belajar.
and finally, the interactions among these various organizational view points is clearly market by often fierce competition for sometimes zero sum resource of societal legitimacy = dan akhirnya, interaksi di antara titik-titik pandang berbagai organisasi jelas pasar dengan persaingan sengit untuk kadang-kadang sering zero sum sumber legitimasi sosial
discursive practices of institutional rhetoric are represented by the wide arrows in figure 8.1. the model incorporates five exemplary institusional clusters--employimg organizational, trade unions, media (jurnalism and popular culture), and educational institutional (primary, secondary, and higer education) and a cluster representing religious organizations--within which any number of specifically identifiable, relatively formal organizations might operate.
praktik diskursif retorika institusi yang diwakili oleh panah yang luas dalam gambar 8.1. model menggabungkan lima cluster institusional teladan - employimg organisasi, serikat buruh, media (jurnalisme dan budaya populer), dan (pendidikan dasar, menengah, dan meningkat maka) kelembagaan pendidikan dan cluster yang mewakili organisasi keagamaan - di mana sejumlah khusus diidentifikasi , organisasi yang relatif formal yang bisa beroperasi.
other institutional clusters are also possible (e.g., public interest groups, charitable organizations, policy institutions, branches of government) = cluster kelembagaan lain juga mungkin (misalnya, kelompok kepentingan umum, organisasi amal, lembaga kebijakan, cabang pemerintahan)
The World NET Community invites all patients, their caregivers and families, patient advocacy groups, charitable organizations, physicians and other healthcare professionals, the general public, policy makers, scientists and academics, the pharmaceutical industry and the biotech industry to sign the Worldwide NET Cancer Awareness Day proclamation in support of the drive to raise awareness for NET cancer.
Komunitas NET Dunia mengajak semua pasien, perawat dan keluarga, kelompok advokasi pasien, organisasi amal, dokter dan profesional kesehatan lainnya, masyarakat umum, pembuat kebijakan, ilmuwan dan akademisi, industri farmasi dan industri bioteknologi untuk menandatangani Kanker NET Seluruh Dunia Hari Kesadaran proklamasi dalam mendukung drive untuk meningkatkan kesadaran untuk kanker NET.
because the point of institutional rhetoric in the sociopolitical context is the strategic advocacy of organizational interest, the thick, solid lines represent rhetorical liakages established by the discursive engagement of organizations with other entities within the overall taken as these organizations sociopolitical interest. = karena titik retorika kelembagaan dalam konteks sosial politik adalah advokasi kepentingan strategis organisasi,, tebal garis padat merupakan liakages retoris didirikan oleh keterlibatan diskursif organisasi dengan entitas lain dalam keseluruhan diambil karena ini kepentingan organisasi sosial politik.
Within the overall framework and objectives set by these guidelines, the social partners are invited to develop, in accordance with their national traditions and practices, their own process of implementing the guidelines for which they have the key responsibility, identify the issues upon which they will negotiate and report regularly on progress, in the context of the national action plans if desired, as well as the impact of their actions on employment and labour market functioning.
Dalam kerangka kerja keseluruhan dan tujuan yang ditetapkan oleh pedoman ini, para mitra sosial diundang untuk mengembangkan, sesuai dengan tradisi nasional mereka dan praktek, proses mereka sendiri menerapkan pedoman yang mereka memiliki tanggung jawab kunci, mengidentifikasi isu-isu di atas mana mereka akan bernegosiasi dan melaporkan secara teratur kemajuan, dalam konteks rencana aksi nasional jika diinginkan, serta dampak dari tindakan mereka terhadap ketenagakerjaan dan fungsi pasar tenaga kerja.
content of these rhetorical relations is infinitely variable, as is the variety of media used to convey its arguments = isi dari hubungan retoris adalah jauh variabel, seperti berbagai media yang digunakan untuk menyampaikan argumen
depending on the target of its institutional rhetoric, the organization advocating its position an a given topic might employ a wide range of media, for example, employee handbooks, advocacy, advertising, or lobbying communication = tergantung pada target retorika kelembagaan, organisasi advokasi posisinya suatu topik tertentu mungkin menggunakan berbagai macam media, misalnya, karyawan buku panduan, advokasi, iklan, atau melobi komunikasi
For the purpose of the contract and within the time limits specified in the individual contract, the customer grants CSG the non-exclusive, non-transferable, non-sublicensable, worldwide right to integrate the advertising media made available to CSG in the scope of online advertising in the Virtual Market Place®, to present and publish this media, and to transmit and make it accessible to the general public and closed user groups via fixed and mobile communication networks at times and places of its choice for the purpose of simultaneous or successive use, including on demand - and to reproduce the advertising media for the above-stated purposes.
Untuk tujuan kontrak dan dalam waktu batas yang ditentukan dalam kontrak individu, pelanggan hibah CSG non-eksklusif, tidak dapat dipindahtangankan, non-sublicensable, tepat di seluruh dunia untuk mengintegrasikan media periklanan yang dibuat tersedia untuk CSG dalam lingkup online iklan di ® Market Place Virtual, untuk hadir dan mempublikasikan media ini, dan untuk mengirim dan membuatnya dapat diakses oleh kelompok pengguna umum publik dan tertutup melalui jaringan komunikasi tetap dan bergerak pada waktu dan tempat pilihan untuk tujuan simultan atau berurutan digunakan, termasuk pada permintaan - dan untuk mereproduksi media iklan untuk tujuan yang disebutkan di atas.
to trace all possible linkages within the model would be confusing and, perhaps, incomprehensible, so the representation in figure 8.1.illustrates as an example some of the discursive links that might be established by the institusional rhetoric of employing organizations. = untuk melacak semua hubungan mungkin dalam model akan membingungkan dan, mungkin, dimengerti, sehingga representasi dalam 8.1.illustrates sosok sebagai contoh beberapa link diskursif yang mungkin dibentuk oleh retorika institusional organisasi mempekerjakan.
Helnwein's works of art can only be decoded within the framework of his entire concept, in which the misunderstanding of the (pseudo-autonomous) individual work is nevertheless inherent as is a didactic that can very easily be described in the terminology of classical rhetoric: the viewer is entertained and made curious by the choice of a spectacular subject (delectare); he is taught by means of the precise rendering of the individual motifs (docere); and captivated by the suggestive power of the painterly representation (persuadere). However, this suggestive power no longer bases its legitimacy, as it had traditionally done, on the artist's imagination but on the reference to photography which still enjoys the reputation of the authentic even after having been refuted in the mass media reception of its 150th anniversary.
Karya Helnwein terhadap seni hanya dapat diterjemahkan dalam kerangka seluruh konsep nya, di mana kesalahpahaman kerja (pseudo-otonom) individu tetap melekat sebagai sebuah didaktik yang dapat dengan mudah digambarkan dalam terminologi dari retorika klasik: penampil terhibur dan dibuat penasaran oleh pilihan subjek yang spektakuler (delectare), ia diajarkan dengan cara render yang tepat dari motif individu (docere), dan terpikat oleh kekuatan sugestif dari representasi painterly (persuadere). Namun, kekuatan sugestif tidak lagi mendasarkan legitimasinya, seperti yang secara tradisional dilakukan, pada imajinasi artis namun pada referensi untuk fotografi yang masih menikmati reputasi yang otentik bahkan setelah telah disangkal dalam penerimaan media massa dari ulang tahun ke 150-nya.
organizations member represent a common audience for socio politically relevant institusional rhetoric = organisasi anggota merupakan khalayak umum untuk retorika institusional sosial politik yang relevan
the the examples of an employing organization expressing its collective interest on a specific socio politically relevant topic, employees are (obviously) the prganization member that the arguments of institusional rhetoric are design to reach =dengan contoh dari suatu organisasi yang mempekerjakan mengekspresikan kepentingan kolektif pada topik politik yang relevan spesifik sosial, karyawan (jelas) anggota prganization bahwa argumen retorika institusional adalah desain untuk mencapai
The fact that the recognition of the independence of Abkhazia and South Ossetia was characterized as unacceptable not only by Western politicians, without exception, but was also not supported by Russian allies in the "Organization of the Treaty on CollectiveSecurity" and in the Shanghai Cooperation Organization (among them China) clearly shows how far this isolation goes but also what far-reachingisolation Russia is prepared to bear in order to demonstrate its quality (also militarily) as a great power, capable of acting.
thus, the example in figure 8.1 also includes a plausible, hypothetical institutionally rhetorical linkage from an employee to other organizational cluster of media = dengan demikian, contoh pada gambar 8.1 juga termasuk hubungan, masuk akal secara kelembagaan retorika hipotesis dari karyawan untuk cluster organisasi media lainnya

point penting dalam buku Niklas Luhmann Mass media reality

News

Entertainment
Advertising
Transformasi Evolusi Berita

·         Berita = fakta yang selalu diperbarui.
·         Evolusi berita: berita harian à (1) broadsides, (2) balada, (3) kisah-kisah kriminal.
·         Ciri berita masa kini: mengejutkan, baru, menarik dan layak diberitakan.
·         Berita = hiburan
·         Gaya penulisan khas
·         Pemirsa berhak minta koreksi kalau di media massa ada kesalahan

·         Doubling of reality
·         The excerpt from reality in which the second world is constituted is marked visually or acoustically (books, screen plays, etc.) This external frame then releases a world in which a fictional reality of its own applies
·         Viewers are able to observe beginning and end (unlike in their own life) because they experience things beforehand and still do afterwards.
·         Transition from real reality to fictional reality
·         This world of the imagination, because it does not have to coordinate the social behaviour of the observers, does not need any game rules. Instead it needs information.
·         The reader/viewer has to be put in a position very quickly to form a memory which fits the story, which is tailored to it. And he or she can only do this if provided with sufficient familiar details along with the pictures or the texts.
·         .... etc



SIFAT
Manipulatif, Insincerely,
Taken for granted
Bahwa Advertising itu berupaya memanipulasi masyarakat, memberikan informasi tidak benar, dan merupakan proyeksi dari take for granted, mengambil untuk di berikan, jika diasumsikan bisa seperti mengambil sebuah produk kemudian di tawarkan kepada masyarakat dengan cara memanipulasi pesan.
Reputasi Profesi

·         Reputasi bergantung pada performa kerja dan kemauan meneliti.
·         Kesalahan pemberitaan = dari luar  sehingga jika ada kesalahan maka pihak luar yang disalahkan.
·         Profesi itu melayani masyarakat dengan kebenaran.

Entertainment
1.       Doubling Reality : a. Real Reality à Second Reality (Fictional Reality/imagination)
2.       Tujuan Entertainment adalah untuk memunculkan pengalaman, perasaan takut, lupa (mengalihkan perhatian), harapan.
3.       Bentuk : Teks dan film.
4.       Konten :
a.       Social games mempunyai aturan
b.      Entertain tidak mempunyai aturan
5.       Konten entertainment membuat audiens merefleksikan apa yang mereka lihat dan dengar ke dalam diri mereka.
6.       Bentuk :
a.       Social games = perilaku dalam social games sudah diatur dengan aturan
b.      Entertainment = perilaku dalam hiburan tanpa aturan/ bebas
7.       Entertainment
a.       Viewer dapat mengobservasi/ mengamati awal dan akhir kisah, tidak seperti di dunia nyata.
b.      Viewer dengan pengetahuan dan motivasi mereka, memiliki kebebasan untuk setuju/tidak setuju terhadap realitas yang disajikan dalam entertainment.
8.       Entertainment  tidak mengutamakan autentisitas.

FUNGSI
Persuasi dan Edukasi
Persuasi merupakan sifat hakiki dari sebuah iklan, dibuat untuk menawarkan, masyarakat tidak diberi ruang untuk memikirkan hal lain ketika ditampar oleh iklan “persuasi” mempengaruhi khalayak, namun tidak semua iklan mengandung kebohongan. Edukasi dengan pembelajaran no taste to taste. Mungkin maksud luhman adalah dari ketiktahuan menjadi tahu.
Kebenaran (truth)

·         Kebenaran versi media massa ≠penelitian ilmiah.
·         Tiap media massa memiliki regulasi pemilihan berita tertentu.
·         Media massa memiliki kebebasan tinggi untuk menerapkan batasan-batasan pada dirinya sendiri.
·         Media massa punya otonomi memilih: menampilkan lingkungan seperti apa adanya atau seperti yang ditentukan oleh media massa.


TEKNIK PENYAMPAIAN/PENYEBARAN
Unrecognizable, Opaque-ization
Untuk menyampaikan sesuatu melalaui iklan, informasi yang ingin disampaikan ke audiens dibungkus dengan packaging visual maupun tekstual. Packaging dalam iklan punya peran yang sangat besar dalam usaha mempengaruhi audiens.

Selain itu teknik untuk menyebarkan informasi melalui iklan adalah opaque-ization ( keburaman, samar-samar) dengan menggunakan bahasa/kata2 paradoks. Misalnya pada bahasa iklan yang menyatakan bahwa dengan membelanjakan uang kita, maka kita akan aman, atau mengatakan bahwa produk ini “eksklusif” padahal itu ditujukan ke semua orang/audiens atau mengatakan tampilan pedesaan direkomendasikan untuk apartemen kota.


Kriteria penyebaran berita/laporan:

·         Informasi harus mengandung unsur kejutan
·         Informasi harus bisa dipahami sebagai komponen komunikasi
·         Seleksi mengacu pada sistem fungsi media massa.
Kriteria-kriteria seleksi berita:
1.       Kejutan: baru, tidak boleh ada repetisi. Kebaruan berakhir saat sudah ada keputusan
2.       Konflik. Konflik itu disukai karena membuat penasaran, menghasilkan ketegangan dan tebak-tebakan akan siapa yang menang dan kalah.
3.       Kuantitas (jumlah) itu efektif menarik perhatian pemirsa. Kuantitas memiliki dua tahapan efek: yang satu naik, maka berdampak yang satunya turun
4.       Relevansi Lokal memberi nilai lebih pada sepotong informasi. Orang lebih tertarik pada berita peristiwa yang terjadi di dekatnya. Jarak harus dikompensasi oleh besar/tidaknya atau keanehan berita.
5.       Pelanggaran norma juga menarik. representasikan pelanggaran norma di media = skandal. Pemberitaan skandal mendorong masyarakat untuk lebih peduli dan sekaligus marah.



INTENSITAS/WAKTU
Berulang-ulang
Tayangan iklan yang di lakukan berulang-ulang akan merekam di memori otak dan pikiran manusia, “repeat”   Iklan semestinya disampaikan/ditayangkan/disebarkan secara terus menerus untuk menciptakan awareness dan menanamkan informasi mengenai produk/jasa yang diiklankan tertanam di ingatan audiens.
Menutur Luhmann, mungkin skema paling penting dari iklan