Friday, November 9, 2012

Media Non Komersil


 IV.            Jenis-Jenis Media Non-Komersil
Media massa atau kadang hanya disebut sebagai media, adalah peralatan atau sarana untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat. Media massa ada yang bersifat komersial (dijual dan menerima iklan). Ada pula yang bersifat non komersial yang dibiayai oleh lembaga penyelenggaranya. Biasanya media massa non komersial diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kenegaraan, keagamaan, pemerhati lingkungan dan sosial kemasyarakatan, atau sebagai alat promosi dan Public Relation bagi perusahaan besar dimana biaya produksinya dibiayai oleh anggaran lembaga atau perusahaan yang menerbitkannya dan diedarkan secara cuma-cuma oleh perusahaan tersebut. Misalnya majalah maskapai penerbangan yang ditaruh di masing-masing kursi pesawat.
Beberapa jenis media yang dapat digolongkan menjadi media non-komersil seperti film dokumenter, iklan masyarakat dan radio kampus atau radio komunitas. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai contoh media non-komersil yang ada di lingkungan masyarakat.
a.      Iklan non komersial
Iklan non-komersial atau biasa disebut dengan istilah iklan sosial adalah iklan yang ditujukan untuk kepentingan non komersial (bukan mencari keuntungan) yang dilakukan oleh sebuah institusi (berbentuk organisasi/perusahaan/lembaga pemerintah) dengan harapan dapat memberikan informasi, mendidik masyarakat, menambah pengetahuan, kesadaran sikap dan perubahan perilaku masyarakat. Contoh iklan non-komersial ini adalah Iklan Layanan Masyarakat (ILM).
Iklan Layanan Masyarakat (ILM) adalah jenis periklanan yang dilakukann oleh suatu organisasi komersial maupun non komersial (sering juga oleh pemerintah) guna mencapai tujuan sosial terutama untuk kesejahteraan atau kebaikan masyarakat. ILM tidak seperti iklan barang dan jasa yang bersifat komersial yang bertujuan untuk menawarkan barang dan jasa tersebut, melainkan lebih menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum. Bentuk fisiknya tidak berbeda dengan iklan komersial, sebab keduanya merupakan media komunikasi visual yang berperan untuk mempengaruhi khalayak luas sebagai target sasaran agar dapat tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu yang dianjurkan oleh pesan ILM tersebut.
Suatu ILM biasanya diproduksi oleh pemerintah atau suatu organisasi untuk memberikan informasi yang seluas-luasnya dan bervariasi misalnya mengenai lingkungan, kesehatan, pendidikan, sumber daya alam, ekonomi. Bahkan tidak jarang ILM dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menyebarluaskan program-programnya kepada masyarakat misalnya di bidang kesehatan. Pemerintah yang merupakan produsen iklan tersebut berusaha memberikan informasi dan pesan mengenai kesehatan, kesadaran nasional dan lingkungan serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Misalnya ILM yang dibuat untuk menyukseskan program pemberantasan nyamuk demam berdarah, virus flu burung, membuang sampah pada tempatnya, tertib berlalu lintas, penyalahgunaan narkoba, tertib memasang sabuk pengaman pada kendaraan beroda empat atau lebih, menghimbau untuk tidak memberikan uang kepada anak-anak jalanan, himbauan untuk tidak merokok yang biasanya selalu terpampang di puskesmas, iklan tentang pencemaran air dan lain sebagainya.
b.      Film non-komersial
Berdasarkan orientasi pembuatannya, film dapat digolongkan dalam film Komersial dan Non-Komersial. Film komersial, orientasi pembuatannya adalah bisnis dan mengejar keuntungan. Dalam klasifikasi ini, film memang dijadikan sebagai komoditas industrialisasi. Sehingga film dibuat sedemikian rupa agar memiliki nilai jual dan menarik untuk disimak oleh berbagai lapisan khalayak. Film komersial biasanya lebih ringan, atraktif, dan mudah dimengerti agar lebih banyak orang yang berminat untuk menyaksikannya. Berbeda dengan film non-komersial yang bukan berorientasi bisnis. Dengan kata lain, film non-komersial ini dibuat bukan dalam rangka mengejar target keuntungan dan azasnya bukan untuk menjadikan film sebagai komoditas, melainkan murni sebagai seni dalam menyampaikan suatu pesan dan sarat akan tujuan. Karena bukan dibuat atas dasar kepentingan bisnis dan keuntungan, maka biasanya segmentasi penonton film non-komersial juga terbatas. Contoh film non-komersial misalnya berupa film propaganda, yang dibuat dengan tujuan mempengaruhi pola pikir massal agar sesuai dengan pesan yang berusaha disampaikan. Di Indonesia sendiri contoh film propaganda yang cukup melegenda adalah film G30S/PKI. Atau film dokumenter yang mengangkat suatu tema khusus, misalnya dokumentasi kehidupan flora dan fauna atau dokumentasi yang mengangkat kehidupan anak jalanan, dan lain sebagainya.
c.       Radio Komunitas
Menjadi alternatif dari radio komersial


 VI.            Perkembangan Media Non-Komersil Seiring dengan Perkembangan Teknologi
Pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan tantangan dan kemudahan untuk menghasilkan iklan-iklan yang lebih kreatif, inovatif, atraktif, dan tentunya persuasif. Dengan bahasa yang persuasif salah satu tujuan wacana iklan diharapkan dapat tercapai, yaitu membujuk dan mengajak masyarakat untuk melakukan sesuatu atau bertindak sesuai dengan apa yang disampaikan melalui iklan tersebut. Pesan yang ada pada ILM diharapkan mampu mempersuasi khalayak sasaran yang dituju. Tampilan ILM pun juga terkadang tidak kalah menariknya dengan iklan komersial lainnya. Pemerintah atau organisasi-organisasi tertentu sebagai produsen ILM berusaha untuk mengemas ILM tersebut menjadi lebih menarik, atraktif dan komunikatif dengan memanfaatan tanda-tanda verbal dan nonverbal sehingga mampu menarik
perhatian masyarakat untuk sekadar melihat ILM tersebut. Tidak seperti iklan komersial lainnya, tujuan ILM bukan untuk memperoleh keuntungan berupa materi, melainkan ILM mengemban tujuan mulia yaitu untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai masalah yang mereka hadapi atau memberi imbauan dan peringatan untuk kehidupan yang lebih baik.
Pada awal perkembangannya iklan layanan masyarakat tidak terlalu terikat pada penataan yang ketat, perencanaan pesan yang rumit, pemilihan media yang sesuai serta penentuan khalayak sasaran maupun pemilihan tempat dan waktu yang terencana dengan seksama. Saat ini, seiring dengan berkembangnya dunia periklanan dan teknologi informasi serta semakin banyaknya perusahaan yang membuat iklan layanan masyarakat serta perubahan paradigma dalam menciptakan pesan-pesan sosial maka iklan layanan masyarakat dibuat secara professional sebagiamana layaknya iklan komersial. ILM biasanya dikeluarkan atau dibuat oleh perusahaan melalui biro iklan berdasarkan adanya sebuah fenomena yang tengah terjadi di masyarakat atau berdasarkan momentum hari-hari besar yang oleh masyarakat banyak dianggap istimewa. Oleh sebab itu, saat ini ILM kemudian dimanfaatkan untuk menjual ide dan gagasan yang sifatnya membuat persepsi positif masyarakat terhadap citra perusahaan. Contoh:
 Description: 20090323111331217
            ILM tidak hanya disponsori oleh lembaga pemerintah dan organisasi non profit, tetapi juga perusahaan komersil. Bagi perusahaan komersil, ILM digunakan untuk tujuan membangun empati sebagai tanggung jawab sosial dalam masyarakat. Contoh:
Description: iklan-layanan-masyarakat
Dengan membangun empati maka akan terbangun citra yang baik di mata masyarakat dan menstimulasi masyarakat untuk percaya pada perusahaan tersebut higga akhirnya tertarik untuk mengkonsumsi produk mereka. Dengan demikian, secara tidak langsung perusahaan komersil yang berorientasi profit menggunakan ILM sebagai media iklan komersial. Seiring perkembangan teknologi saat ini, pada umunya ILM dibuat dengan dukungan sponsor dari dunia bisnis dan untuk kepentingan/ mendukung kegiatan bisnis (promosi goodwill) dan hanya sebagian kecil yang dibuat oleh lembaga non profit, seperti misalnya pemerintah. Contoh: ILM tentang himbauan tertib berkendara yang diiklankan oleh pihak Kepolisian RI dengan sponsor provider XL di sudut bawah.

Kesimpulan
Perkembangan dan pertumbuhan media masa akan tumbuh dengan baik apabila lembaga penyiaran komunitas, lembaga penyiaran publik, dan lembaga penyiaran komersial secara seimbang berjalan untuk kepentingan seluruh masyarakat Indonesia.
Bibliography:
(21 september 2012, 14.30)
Hardiyanto, 2009. Modul Pengantar Periklanan dan Komunikasi Pemasaran. Pusat Pengembangan Bahan Ajar: Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Jakarta.
(21 september 2012, 14.45)- DUNIA JURNALISTIK DAN MEDIA MASSA



Media non komersil itu
Baatasannya:
·         Dibiayai sendiri tanpa ada sponsor atau iklan
·         Sumber dananya dari pemilik atau perusaaan yang meciptakan media tersebut
·         Didistribusikan secara Cuma-Cuma
·         Jangkauan distibusi terbatas
·         Mengkomunikasikan image perusahaan, memelihara jaringan komunitas, sebagai alternative dari media komersil,

1 comment:

  1. untuk memproduksi/membuat majalah non komersil yang terbit bulanan apakah perlu ada ijinnya segala? thanks.

    ReplyDelete