Teori Sistem
Sosiologi dan Teori Sistem Moderen
Hal-hal yang dapat diperoleh dari teori sistem
Buckley
tentang teori sistem
·
Pertama,
teori
sistem diturunkan dari ilmu pasti (hard
sciences) dan karena teori ini, setidaknya di mata pendukungnya, dapat diaplikasikan
ke semua ilmu sosial dan behavioral, maka ia mengandung harapan bisa menyatukan
ilmu-ilmu itu.
·
Kedua,
teori
sistem mengandung banyak tingkatan dan dapat juga diaplikasikan pada aspek
dunia sosial berskala terbesar dan terkecil ke aspek yang paling subjektif
dan objektif.
·
Ketiga,
Teori sistem tertarik dengan keragaman hubungan dari berbagai aspek dunia
sosial dan karenanya beroperasi terhadap berbagai analisa dunia sosial.
·
Keempat,
pendekatan
sistem cendrung menganggap melihat semua aspek sistem sosiokultural dari segi
proses, khususnya sebagai jaringan informasi dan komunikasi.
·
Kelima,
dan
mungkin yang terpenting, teori sistem secara inheren bersifat integratif.
Buckley,
dalam definisinya tentang perspektif melibatkan integrasi struktur objektif
berskala besar, sistem simbol, aksi dan interaksi, serta “kesadaran dan
kesadaran diri”. Dalam kenyataannya, teori sistem sangat akrab dengan
integritas. Teori sistem cendrung melihat teori sistem dari sudut dinamis,
dengan perhatian yang berlebihan pada “kemunculan sosiokultural dan dinamika
secara umum” (Buckley, 1967:39)
Beberapa prinsip umum
Kontinum mulai dari, sistem
mekanis(hubungannya pada transfer energi dan cenderung tertutup bersifat
entropik )àsistem organis
(hubungannya pertukaran informasi dan cendrung terbuka bersifat ngentropik )àsistem sosiokultural (hubungannya
pertukaran informasi dalam porsi yang banyak dan paling terbuka diantara
sistem-sistem yang lain bersifat purposif dalam mengejar tujuan karena sistem
ini menerima timbal balik (feedback)
dari lingkungan yang membuat mereka bisa bergerak mengejar tujuan). Umpan balik
merupakan aspek esensial dari pendekatan sibernetik yang diambil oleh para
teoritis sistem untuk membahas sistem sosial. Dengan menggunakan umpan balik
para teoritis sistem sibernetik mampu menangani friksi, pertumbuhan evolusi dan
perubahan mendadak. Keterbukaan dari sistem sosial pada lingkungan dan dampak
faktor lingkungan terhadap sistem adalah perhatian penting bagi para teoritis sistem ini (Bailey, 2001). Dua
konsep variasi yang mempengaruhi sistem sosial morphostasis membantu sistem berubah dan mempertahankan diri, dan morphogenesis membantu sistem berubah
dan tumbuh kembang. Sistem sosial juga mengembangkan sistem perantara yang
membantu sistem sosial bisa semakin berkurang tergantung pada lingkungan.
Aplikasi untuk dunia sosial
Prinsip
umum teori sistem sebagaimana diaplikasikan pada domain sosiokultural
·
Pertama,
teori
sistem menerima ide bahwa ketegangan adalah normal, senantiasa hadir, dan
merupakan realitas yang diperlukan sistem sosial.
·
Kedua,
ada
fokus pada sifat dan narasumber dari variasi dari sistem sosial.
·
Ketiga,
ada
perhatian pada proses seleksi ditingkat individu maupun interpersonal di mana
beragam alternatif yang terbuka untuk sistem akan disortir dan disaring. Ini
memperbesar dinamismenya.
·
Keempat,
level
interpersonal dipandang sebagai basis pengembangan dari stuktur yang lebih
besar.
Meskipun
ada dinamisme di dalam pendekatan sistem, ada pengakuan terhadap proses
pengekalan (prepetuation) dan
transmisi. Dari transimisi yang terus menerus munculah penyesuaian dan
akomodasi yang relatif stabil (1967:160).
Teori sistem umum Niklas Luhmann
“hanya
kompleksitaslah yang dapat mereduksi kompleksitas (Luhmann1995:26)
Sistem-sistem Autopoietic
Menurut
Luhmann konsep autopoietic merujuk
kepada diversitas sistem-sistem dari sel biologis sampai keseluruh masyarakat
dunia.
Empat
karakteristik isitem autopoietic:
1.
Sebuah sistem autopoietic menghasilkan elemen-elemen dasar yang menyusun sistem
itu sendiri.
2.
Sistem-sistem autopoietic mengorganisasikan diri (self-organizing) dalam dua cara- mereka mengorganisasikan
batasan-batasannya sendiri, dan mengorganisasikan struktur internya.
3.
Sistem autopoietic adalah self
referential (Esposito, 1996).
4.
Sebuah sistem autopoietic adalah sistem tertutup.
Meskipun
sistem autopoietic adalah tertutup
dan tak ada koneksi langsung dengan lingkungannya, lingkungan harus diizinkan
untuk menganggu representasi dalamnya. Tanpa gangguan-gangguan seperti itu,
sistem akan dihancurkan oleh kekuatan lingkungan yang akan meliputinya.
Sistem sosial yang tertutup adalah
berbeda dari individu yang muncul sebagai bagian darinya. Dalam sistem seperti
itu, individu adalah bagian dari lingkungan (Luhmann)
Masyarakat dan sistem-sistem psikis
Masyarakat
adalah sistem autopoietic (Luhmann).
Elemen dasar dari masyarakat adalah komunikasi, komunikasi dihasilkan oleh
masyarakat. Dan apapun yang bukan komunikasi adalah bagian dari lingkungan. Ini
mencangkup sistem biologis manusia dan bahkan sistem psikisnya. Yang dimaksud
sistem psikis oleh Luhmann adalah kesadaran individu.
Sistem seperti sistem psikis dan
sosial yang mengandalkan pada makna adalah tertutup, karena (1) makna selalu
mengacu kepada makna yang lain, (2) hanya makna yang dapat mengubah makna, (3)
makna bisanya menghasilkan lebih banyak makna. Elemen-elemen dari sistem makna
psikis adalah representasi konseptual, elemen-elemen dari sistem makna sosial
adalah komunikasi. Dalam sistem psikis makna dikaitkan dengan kesadaran
sedangkan dalam sistem sosial makna dikatikan dengan komunikasi.
Kontingensi
ganda (double contingency)
Kontingensi
ganda mengacu pada fakta bahwa setiap komunikasi harus mempertimbangkan cara
komunikasi itu diterima (Luhmann). Seleksi yang dilakukan dalam satu komunikasi
dibatasi oleh seleksi yang dilakukan dalam komunikasi sebelumnya, dan
komunikasi sekarang juga membatasi komunikasi masa depan. Ini adalah cara lain
dimana ketidak mungkinan oleh sistem sosial. Kebutuhan untuk mengatasi
kontingensi ganda dan memungkinkan komunikasi yang tak mungkin inilah yang
mengatur evolusi dari sistem sosial.
Evolusi sistem sosial
Evolusi
secara sederhana adalah sebuah proses trial
and error. Evolusi bukan teleologis. Hasilnya tidak diatur oleh tujuan yang
ditetapkan sebelumnya. Salah satu implikasinya adalah bahwa, dalam teori
Luhmann, ide kemajuan menjadi tidak ada artinya. Ini membedakannya dari ide
evalusioner univresal masyarakat moderen dari Parson (lihat hal 153-135). Mengasumsikan
satu jalan pasti dari perkembangan kemasyarakatan adalah teologis dan
mengakibatkan fakta bahwa ada variasi jalan untuk menghadapi masalah tertentu.
Pada tingkat umum evolusi membuat
kemustahilan menjadi lebih mungkin. Secara ketat dapat dikatakan bahwa evolusi
bukanlah sebuah proses, tetapi seperangkat proses yang dapat dideskripsikan,
sebagai pelaksanaan 3 fungsi: variasi, seleksi dan stabilitas karakteristik
yang dapat direproduksi. Variasi adalah proses trial and error. Seleksi atas solusi tertentu bukan berarti yang
dipilih adalah solusi yang “terbaik”. Stabilitas ini biasanya menyangkut jenis
diferensiasi baru yang memerlukan penyesuaian dari semua bagian sistem kepada
solusi baru.
Diferensiasi
Dari
sudut pandang teori sistem, Luhmann ciri utama dari masyarakat moderen adalah
meningkatnya proses diferensiasi sistem sebagai cara menghadapai kompleksitas
lingkungannya (Resch, 2000). Diferensiasi adalah “replikasi, di dalam sistem,
dan perbedaan antara sebuah sistem dan lingkungannya (1982:230). Diferensiasi di dalam sistem adalah cara
penanganan perubahan dalam lingkungan. Seperti yang sudah kita lihat,
masing-masing harus menjaga batas-batasannya dan hubungannya dengan lingkungan.
Jika tidak ia akan dikuasai oleh kompleksitas lingkungannya, ambruk dan
berhenti eksis. Untuk bertahan hidup sistem harus mampu menghadapi variasi
lingkungannya.
Proses
diferensiasi ini berarti meningkatkan kompleksitas sistem, karena setiap
subsistem dapat membuat hubungan yang berbeda-beda dengan sistem lainnya. Ia
menghasilkan lebih banyak variasi didalam sistem untuk merespon variasi
dilingkungan. Lebih banyak variasi yang dihasilkan oleh diferensiasi bukan
hanya akan menghasilkan respon yang lebih baik terhadap lingkungan, tetapi ia
juga mempercepat evolusi. Evolusi merupakan proses seleksi dari variasi.
Segmentary
differentiation. Diferensiasi segmentasi ini membagi bagian-bagian dari sistem
berdasarkan kebutuhan untuk memenuhi fungsi-fungsi yang identik secara terus
menerus. Diferensiasi stratifikasi. Diferensiasi stratifikasi ini adalah
diferensiasi vertikal berdasakan urutan atau status dalam sistem yang
dibayangkan sebagai hierarki.
Diferensiasi pusat pinggiran. Tpe ke
3 diferensiasi, antara pusat (center)
dan pinggiran (perriphery) adalah
kaitan antara diferensiasi segmen dengan stratifikasi (Luhmann, 1997:663:678)
Diferensiasi
sistem fungsional adalah bentuk diferensiasi paling kompleksdan bentuk yang
mendominasi masyarakat moderen. Setiap fungsi di dalam sistem dianggap berasal
dari unit tertentu. Diferensiasi fungsional lebih flexibel dari diferensiasi
stratifikasi.
Bentuk
diferensiasi yang lebih kompleks tidak mengesampingkan bentuk yang kurang
kompleks, dan dalam kenyataannya mereka mungkin memerlukan bentuk yang kurang
kompleks.
Kode.
Sebuah kode (code) adalah satu cara
untuk membedakan elemen elemen sistem dari elemen-elemen yang tidak termasuk
sistem. Sebuah kode adalah bahasa dasar dari sistem fungsional. Kode-kode ini
adalah misalnya kebenaran (versus ketidakbenaran). Untuk sistem sains,
pembayaran (versus nonpembayaran) untuk sistem ekonomi, dan legal (versus
ilegal) untuk sistem hukum. Setiap komunikasi yang menggunakan sistem tertentu
adalah bagian dari sistem yang referensi kodenya dipakai. Dalam teori sistem
Luhmann, tidak ada sistem yang menggunak dan memahami kode sistem lainnya.
Problem
diferensiasi fungsional menyebabkan setidaknya satu problem sentral untuk
masyarakat moderen. Problem-problem seperti ini umumnya diakibatkan oleh
diferensiasi fungsional. Diferensiasi fungsiona memerlukan pembuangan problem
dari level masyarakat ke level subsistem. Luhman menginvestigasi hubungan
problemik antara diferensiasi fungsional masyarakat moderen dengan usahanya
utuk mengatasi problem ekologi (1986/1989).
Sosiologi pengetahuan Luhmann
Teori
sistem Luhmann mendefinisikan masyarakat sebagai semua yang mencangkup sistem
sosial termasuk termasuk semua sistem kemasyarakatan lainnya (1997:78) Ia
mengimplementasikan bahwa konsep masyarakat identik dengan konsep masyarakat
dunia hanya akan ada satu konsep masyarakat.
No comments:
Post a Comment