Friday, November 9, 2012

Teori Sistem Sosiologi dan Teori Sistem Moderen


Teori Sistem
Sosiologi dan Teori Sistem Moderen
Hal-hal yang dapat diperoleh dari teori sistem

Buckley tentang teori sistem
·         Pertama, teori sistem diturunkan dari ilmu pasti (hard sciences) dan karena teori ini, setidaknya di mata pendukungnya, dapat diaplikasikan ke semua ilmu sosial dan behavioral, maka ia mengandung harapan bisa menyatukan ilmu-ilmu itu.
·         Kedua, teori sistem mengandung banyak tingkatan dan dapat juga diaplikasikan pada aspek dunia sosial berskala terbesar dan terkecil ke aspek yang paling subjektif dan  objektif.
·         Ketiga, Teori sistem tertarik dengan keragaman hubungan dari berbagai aspek dunia sosial dan karenanya beroperasi terhadap berbagai analisa dunia sosial.
·         Keempat, pendekatan sistem cendrung menganggap melihat semua aspek sistem sosiokultural dari segi proses, khususnya sebagai jaringan informasi dan komunikasi.
·         Kelima, dan mungkin yang terpenting, teori sistem secara inheren bersifat integratif.
Buckley, dalam definisinya tentang perspektif melibatkan integrasi struktur objektif berskala besar, sistem simbol, aksi dan interaksi, serta “kesadaran dan kesadaran diri”. Dalam kenyataannya, teori sistem sangat akrab dengan integritas. Teori sistem cendrung melihat teori sistem dari sudut dinamis, dengan perhatian yang berlebihan pada “kemunculan sosiokultural dan dinamika secara umum” (Buckley, 1967:39)
Beberapa prinsip umum
 Kontinum mulai dari, sistem mekanis(hubungannya pada transfer energi dan cenderung tertutup bersifat entropik )àsistem organis (hubungannya pertukaran informasi dan cendrung terbuka bersifat ngentropik )àsistem sosiokultural (hubungannya pertukaran informasi dalam porsi yang banyak dan paling terbuka diantara sistem-sistem yang lain bersifat purposif dalam mengejar tujuan karena sistem ini menerima timbal balik (feedback) dari lingkungan yang membuat mereka bisa bergerak mengejar tujuan). Umpan balik merupakan aspek esensial dari pendekatan sibernetik yang diambil oleh para teoritis sistem untuk membahas sistem sosial. Dengan menggunakan umpan balik para teoritis sistem sibernetik mampu menangani friksi, pertumbuhan evolusi dan perubahan mendadak. Keterbukaan dari sistem sosial pada lingkungan dan dampak faktor lingkungan terhadap sistem adalah perhatian penting bagi  para teoritis sistem ini (Bailey, 2001). Dua konsep variasi yang mempengaruhi sistem sosial morphostasis membantu sistem berubah dan mempertahankan diri, dan morphogenesis membantu sistem berubah dan tumbuh kembang. Sistem sosial juga mengembangkan sistem perantara yang membantu sistem sosial bisa semakin berkurang tergantung pada lingkungan.
Aplikasi untuk dunia sosial
Prinsip umum teori sistem sebagaimana diaplikasikan pada domain sosiokultural
·         Pertama, teori sistem menerima ide bahwa ketegangan adalah normal, senantiasa hadir, dan merupakan realitas yang diperlukan sistem sosial.
·         Kedua, ada fokus pada sifat dan narasumber dari variasi dari sistem sosial.
·         Ketiga, ada perhatian pada proses seleksi ditingkat individu maupun interpersonal di mana beragam alternatif yang terbuka untuk sistem akan disortir dan disaring. Ini memperbesar dinamismenya.
·         Keempat, level interpersonal dipandang sebagai basis pengembangan dari stuktur yang lebih besar.
Meskipun ada dinamisme di dalam pendekatan sistem, ada pengakuan terhadap proses pengekalan (prepetuation) dan transmisi. Dari transimisi yang terus menerus munculah penyesuaian dan akomodasi yang relatif stabil (1967:160).
Teori sistem umum Niklas Luhmann
“hanya kompleksitaslah yang dapat mereduksi kompleksitas (Luhmann1995:26)
Sistem-sistem Autopoietic
Menurut Luhmann konsep autopoietic merujuk kepada diversitas sistem-sistem dari sel biologis sampai keseluruh masyarakat dunia.
Empat karakteristik isitem autopoietic:
1.      Sebuah sistem autopoietic menghasilkan elemen-elemen dasar yang menyusun sistem itu sendiri.
2.      Sistem-sistem autopoietic mengorganisasikan diri (self-organizing) dalam dua cara- mereka mengorganisasikan batasan-batasannya sendiri, dan mengorganisasikan struktur internya.
3.      Sistem autopoietic adalah self referential (Esposito, 1996).
4.      Sebuah sistem autopoietic adalah sistem tertutup.
Meskipun sistem autopoietic adalah tertutup dan tak ada koneksi langsung dengan lingkungannya, lingkungan harus diizinkan untuk menganggu representasi dalamnya. Tanpa gangguan-gangguan seperti itu, sistem akan dihancurkan oleh kekuatan lingkungan yang akan meliputinya.
            Sistem sosial yang tertutup adalah berbeda dari individu yang muncul sebagai bagian darinya. Dalam sistem seperti itu, individu adalah bagian dari lingkungan (Luhmann)
Masyarakat dan sistem-sistem psikis
Masyarakat adalah sistem autopoietic (Luhmann). Elemen dasar dari masyarakat adalah komunikasi, komunikasi dihasilkan oleh masyarakat. Dan apapun yang bukan komunikasi adalah bagian dari lingkungan. Ini mencangkup sistem biologis manusia dan bahkan sistem psikisnya. Yang dimaksud sistem psikis oleh Luhmann adalah kesadaran individu.
            Sistem seperti sistem psikis dan sosial yang mengandalkan pada makna adalah tertutup, karena (1) makna selalu mengacu kepada makna yang lain, (2) hanya makna yang dapat mengubah makna, (3) makna bisanya menghasilkan lebih banyak makna. Elemen-elemen dari sistem makna psikis adalah representasi konseptual, elemen-elemen dari sistem makna sosial adalah komunikasi. Dalam sistem psikis makna dikaitkan dengan kesadaran sedangkan dalam sistem sosial makna dikatikan dengan komunikasi.
Kontingensi ganda (double contingency)
Kontingensi ganda mengacu pada fakta bahwa setiap komunikasi harus mempertimbangkan cara komunikasi itu diterima (Luhmann). Seleksi yang dilakukan dalam satu komunikasi dibatasi oleh seleksi yang dilakukan dalam komunikasi sebelumnya, dan komunikasi sekarang juga membatasi komunikasi masa depan. Ini adalah cara lain dimana ketidak mungkinan oleh sistem sosial. Kebutuhan untuk mengatasi kontingensi ganda dan memungkinkan komunikasi yang tak mungkin inilah yang mengatur evolusi dari sistem sosial.
Evolusi sistem sosial
Evolusi secara sederhana adalah sebuah proses trial and error. Evolusi bukan teleologis. Hasilnya tidak diatur oleh tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Salah satu implikasinya adalah bahwa, dalam teori Luhmann, ide kemajuan menjadi tidak ada artinya. Ini membedakannya dari ide evalusioner univresal masyarakat moderen dari Parson (lihat hal 153-135). Mengasumsikan satu jalan pasti dari perkembangan kemasyarakatan adalah teologis dan mengakibatkan fakta bahwa ada variasi jalan untuk menghadapi masalah tertentu.
            Pada tingkat umum evolusi membuat kemustahilan menjadi lebih mungkin. Secara ketat dapat dikatakan bahwa evolusi bukanlah sebuah proses, tetapi seperangkat proses yang dapat dideskripsikan, sebagai pelaksanaan 3 fungsi: variasi, seleksi dan stabilitas karakteristik yang dapat direproduksi. Variasi adalah proses trial and error. Seleksi atas solusi tertentu bukan berarti yang dipilih adalah solusi yang “terbaik”. Stabilitas ini biasanya menyangkut jenis diferensiasi baru yang memerlukan penyesuaian dari semua bagian sistem kepada solusi baru.
Diferensiasi
Dari sudut pandang teori sistem, Luhmann ciri utama dari masyarakat moderen adalah meningkatnya proses diferensiasi sistem sebagai cara menghadapai kompleksitas lingkungannya (Resch, 2000). Diferensiasi adalah “replikasi, di dalam sistem, dan perbedaan antara sebuah sistem dan lingkungannya (1982:230).  Diferensiasi di dalam sistem adalah cara penanganan perubahan dalam lingkungan. Seperti yang sudah kita lihat, masing-masing harus menjaga batas-batasannya dan hubungannya dengan lingkungan. Jika tidak ia akan dikuasai oleh kompleksitas lingkungannya, ambruk dan berhenti eksis. Untuk bertahan hidup sistem harus mampu menghadapi variasi lingkungannya.
Proses diferensiasi ini berarti meningkatkan kompleksitas sistem, karena setiap subsistem dapat membuat hubungan yang berbeda-beda dengan sistem lainnya. Ia menghasilkan lebih banyak variasi didalam sistem untuk merespon variasi dilingkungan. Lebih banyak variasi yang dihasilkan oleh diferensiasi bukan hanya akan menghasilkan respon yang lebih baik terhadap lingkungan, tetapi ia juga mempercepat evolusi. Evolusi merupakan proses seleksi dari variasi.
Segmentary differentiation. Diferensiasi segmentasi ini membagi bagian-bagian dari sistem berdasarkan kebutuhan untuk memenuhi fungsi-fungsi yang identik secara terus menerus. Diferensiasi stratifikasi. Diferensiasi stratifikasi ini adalah diferensiasi vertikal berdasakan urutan atau status dalam sistem yang dibayangkan sebagai hierarki.
            Diferensiasi pusat pinggiran. Tpe ke 3 diferensiasi, antara pusat (center) dan pinggiran (perriphery) adalah kaitan antara diferensiasi segmen dengan stratifikasi (Luhmann, 1997:663:678)
Diferensiasi sistem fungsional adalah bentuk diferensiasi paling kompleksdan bentuk yang mendominasi masyarakat moderen. Setiap fungsi di dalam sistem dianggap berasal dari unit tertentu. Diferensiasi fungsional lebih flexibel dari diferensiasi stratifikasi.
Bentuk diferensiasi yang lebih kompleks tidak mengesampingkan bentuk yang kurang kompleks, dan dalam kenyataannya mereka mungkin memerlukan bentuk yang kurang kompleks.
Kode. Sebuah kode (code) adalah satu cara untuk membedakan elemen elemen sistem dari elemen-elemen yang tidak termasuk sistem. Sebuah kode adalah bahasa dasar dari sistem fungsional. Kode-kode ini adalah misalnya kebenaran (versus ketidakbenaran). Untuk sistem sains, pembayaran (versus nonpembayaran) untuk sistem ekonomi, dan legal (versus ilegal) untuk sistem hukum. Setiap komunikasi yang menggunakan sistem tertentu adalah bagian dari sistem yang referensi kodenya dipakai. Dalam teori sistem Luhmann, tidak ada sistem yang menggunak dan memahami kode sistem lainnya.
Problem diferensiasi fungsional menyebabkan setidaknya satu problem sentral untuk masyarakat moderen. Problem-problem seperti ini umumnya diakibatkan oleh diferensiasi fungsional. Diferensiasi fungsiona memerlukan pembuangan problem dari level masyarakat ke level subsistem. Luhman menginvestigasi hubungan problemik antara diferensiasi fungsional masyarakat moderen dengan usahanya utuk mengatasi problem ekologi (1986/1989).
Sosiologi pengetahuan Luhmann
Teori sistem Luhmann mendefinisikan masyarakat sebagai semua yang mencangkup sistem sosial termasuk termasuk semua sistem kemasyarakatan lainnya (1997:78) Ia mengimplementasikan bahwa konsep masyarakat identik dengan konsep masyarakat dunia hanya akan ada satu konsep masyarakat.

No comments:

Post a Comment